Sering Tidur dengan Mulut Terbuka? Ini Dampaknya pada Bentuk Rahang dan Wajah Anak

SUKABUMI – Kebiasaan tidur dengan mulut terbuka atau mangap terus-menerus ternyata tidak sekadar menjadi kebiasaan saat tidur. Kondisi tersebut dapat memengaruhi posisi lidah, otot wajah, hingga arah pertumbuhan rahang, terutama pada anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Saat mulut terbuka, posisi lidah dapat turun dan tidak lagi menempel pada langit-langit mulut. Padahal, posisi lidah tersebut berperan dalam menopang rahang atas.

Sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Oral Health menemukan bahwa anak yang terbiasa bernapas melalui mulut dapat mengalami perubahan posisi rahang bawah. Rahang bawah dapat bergeser ke belakang dan berputar ke bawah, sementara bidang gigitan menjadi lebih curam dibandingkan anak yang bernapas normal melalui hidung.

Baca Juga: 134 Santri dan Pengajar Ponpes Baiti Jannati Kota Sukabumi Diduga Keracunan MBG

Kebiasaan bernapas melalui mulut juga berpotensi memengaruhi pertumbuhan bentuk wajah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Public Health mencatat bahwa pernapasan melalui mulut dapat membuat pertumbuhan bagian depan wajah menjadi lebih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi membuat wajah terlihat lebih panjang dan kurang proporsional.

Studi lain yang menggunakan pemindaian tiga dimensi atau 3D scanning juga menemukan adanya kemungkinan pertumbuhan wajah bagian kiri dan kanan yang tidak seimbang pada pola pernapasan melalui mulut.

Dampak tersebut menjadi perhatian khusus pada anak karena struktur rahang dan wajah masih mengalami pertumbuhan.

Kebiasaan tidur dengan mulut terbuka dapat berkaitan dengan kondisi yang membuat hidung sulit digunakan untuk bernapas. Karena itu, penyebab hidung tersumbat, seperti alergi, pilek, atau septum yang bengkok, perlu diperhatikan agar pernapasan dapat kembali melalui hidung.

Orang tua juga disarankan memperhatikan pola tidur anak. Apabila kebiasaan tidur dengan mulut terbuka berlangsung terus-menerus, pemeriksaan ke dokter gigi anak atau dokter spesialis THT dapat dilakukan sejak dini.

Baca Juga: Bungkam Saat Ditanya Wartawan, Ini Dua SPPG Penyuplai MBG ke Ponpes Baiti Jannati

Terlebih jika kebiasaan tersebut disertai dengkuran atau tanda gangguan pernapasan lainnya saat tidur, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Kebiasaan tidur dengan mulut terbuka memang terlihat sepele. Namun, pada anak yang rahang dan wajahnya masih berkembang, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan perubahan pertumbuhan yang berpotensi terbawa hingga dewasa.

Mengenali kebiasaan tersebut sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab serta mencegah dampak yang tidak diinginkan.

The post Sering Tidur dengan Mulut Terbuka? Ini Dampaknya pada Bentuk Rahang dan Wajah Anak first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *