Tugas di Puskesmas Warungkiara Ada Tantangan Geografis Ekstrem hingga Lintas Kecamatan

INILAHSUKABUMI.COM – Pergantian tongkat estafet kepemimpinan di Puskesmas Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, resmi bergulir.

Mantan Kepala Puskesmas Hudrimi menitipkan Pekerjaan Rumah (PR) besar kepada penerusnya, Nur Firma Utami, mulai dari penanganan wilayah geografis ekstrem hingga percepatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang masih masuk zona merah.

​Selama empat tahun memimpin, Hudrimi mengaku bersyukur atas tuntasnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan serta dukungan penuh dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Warungkiara.

Meski demikian, ia tak menampik bahwa tantangan terbesar lembaganya adalah letak geografis wilayah kerja yang sangat menantang.

Baca juga : Bupati Sukabumi Asep Japar Akan Gelar Razia ASN Terkait Pajak dan Copot Pejabat yang Hambat Investasi

​”Desa yang terjauh mengharuskan kami melewati tiga kecamatan, yakni Cikembar, Jampang Tengah, dan Lengkong. Ada satu kampung di Desa Bantarkalong yang hanya dihuni sekitar 40 keluarga, serta Desa Mekarjaya yang jalannya berbatu dan rawan longsor saat musim hujan,” ungkap Hudrimi kepada InilahSukabumi.com, Jumat (21/8/2026).

Siapkan Strategi dan Inovasi

​Di sisi lain, Kepala Puskesmas Warungkiara yang baru, Nur Firma Utami, langsung memasang kuda-kuda tegas.

Menyadari posisinya yang saat ini masih berada di lima terbawah pencapaian CKG se-kabupaten, ia langsung menyiapkan strategi jemput bola dengan membentuk tim khusus.

​”Kami akan membuat inovasi dengan membentuk tim kerja, masing-masing beranggotakan lima orang untuk menggenjot CKG masyarakat dan sekolah di berbagai titik,” ujar dia.

Baca juga : Pengusaha asal Kota Sukabumi Meninggal Dunia, Sempat Pingsan di Sebuah Cafe di Bantargadung

“Selain itu, pembenahan manajemen internal lewat pembentukan tim klaster pelayanan dari klaster satu hingga lima juga menjadi prioritas,” sambung Nur Firma.

​Tak hanya soal program, Nur Firma juga menyoroti kedisiplinan tenaga kesehatan (nakes). Ia menegaskan pelayanan masyarakat wajib berjalan tepat waktu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

​”Pelayanan jam delapan pagi harus sudah berjalan. Pendaftaran bahkan sudah kita buka sejak pukul 07.30 WIB,” tegas dia.

​Menargetkan pencapaian 100 persen untuk 12 indikator SPM kesehatan, Nur Firma memastikan akan segera turun gunung melakukan koordinasi lintas sektor ke setiap desa mulai pekan depan.

Juga sekaligus membuka pintu lebar-lebar bagi kritik dan saran warga demi perbaikan kualitas kesehatan di Sukabumi.

Reporter : Karimullah

Redaktur : Budiyanto

 

The post Tugas di Puskesmas Warungkiara Ada Tantangan Geografis Ekstrem hingga Lintas Kecamatan first appeared on Inilah Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *