
JAWA BARAT – Kemacetan parah kembali terjadi di jalur tanjakan rawan kecelakaan di kawasan Subang menuju Bandung. Kemacetan dipicu truk pengangkut pakan ternak berkapasitas besar yang mogok di tengah jalan.
Truk roda tiga sumbu yang mengangkut pakan sapi dengan berat sekitar 25 ton itu mengalami kerusakan saat melintas di jalur yang melarang kendaraan dengan kapasitas tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada dini hari. Truk disebut melintas pada malam hari untuk menghindari petugas. Namun, saat berada di tanjakan, salah satu komponen kendaraan patah akibat beban muatan.
Akibatnya, truk tidak dapat melanjutkan perjalanan dan mengakibatkan kemacetan panjang sejak sekitar pukul 02.30 WIB.
Baca Juga : Resep Smoothies Tahu Bayam, Minuman Sehat ala Kafe yang Mudah Dibuat
Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang sedang melakukan perjalanan dinas kemudian turun langsung ke lokasi setelah mengetahui kejadian tersebut.
Muatan Diturunkan
KDM berkoordinasi dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas, dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan evakuasi truk.
Muatan pakan ternak yang dibawa truk tersebut kemudian diturunkan secara manual untuk mengurangi beban kendaraan dan mempercepat proses evakuasi.
KDM juga menanggung biaya tenaga kuli lokal yang membantu menurunkan muatan. Selain itu, dia memberikan bantuan kepada sopir untuk membiayai operasional kendaraan derek gendong atau towing.
Menurut KDM, kendaraan dengan muatan besar tidak semestinya melintas di jalur tersebut karena kondisi jalan yang sempit dan menanjak.
Ia menilai pelanggaran terhadap aturan pembatasan kendaraan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain serta menimbulkan kemacetan.
Perusahaan Diminta Dipanggil
Selain menangani kemacetan, KDM meminta petugas mencatat identitas kendaraan dan memanggil perusahaan pemilik maupun pihak penerima muatan pakan ternak tersebut.
KDM mengimbau agar pengiriman berikutnya menggunakan kendaraan dengan kapasitas yang sesuai dengan kondisi dan aturan jalur.
“Pengiriman harus menggunakan kendaraan yang lebih kecil agar tidak membahayakan pengguna jalan lain,” demikian imbauan KDM.
Penjagaan Diperketat
KDM juga meminta petugas gabungan yang terdiri dari Dishub, Satpol PP, dan kepolisian memperketat penjagaan di pos depan.
Penjagaan terutama diminta ditingkatkan pada malam hingga menjelang subuh. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kendaraan dengan muatan berlebih menerobos jalur yang telah dibatasi.
KDM menilai pengawasan pada jam-jam tersebut penting karena kendaraan besar kerap mencoba melintas ketika jumlah petugas di lapangan berkurang.(SE)
The post Truk Muatan 25 Ton Mogok di Tanjakan Subang-Bandung, KDM Turun Tangan first appeared on Sukabumi Ku.




