
SUKABUMI – Upaya membangun kekuatan futsal yang lahir dari daerah sendiri kembali dilakukan Asosiasi Futsal Kota (Afkot) Sukabumi. Tahun ini, Piala Ketua Afkot Kota Sukabumi kembali digelar sebagai wadah kompetisi sekaligus penjaringan talenta muda.
Turnamen yang berlangsung di GOR Suryakencana, Kota Sukabumi, Senin (5/10/2026), tersebut memasuki tahun kedua setelah sebelumnya sukses dilaksanakan pada 2025.
Bukan sekadar mengejar gelar juara, Afkot Sukabumi menjadikan kompetisi ini sebagai bagian dari program regenerasi pemain. Pembinaan diarahkan sejak jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.
Ketua Afkot Kota Sukabumi, Fajar Kontara, menyebut keberlanjutan turnamen menjadi bentuk keseriusan organisasi dalam membangun fondasi futsal daerah.
Menurut Fajar, pembinaan usia dini membutuhkan proses panjang dan harus ditopang dengan kompetisi yang berlangsung secara rutin. Dengan begitu, pemain muda tidak hanya mendapatkan latihan, tetapi juga pengalaman menghadapi pertandingan.
“Piala Ketua Afkot ini merupakan salah satu komitmen kami dalam melakukan pembinaan secara berkesinambungan, mulai dari SD, SMP sampai SMA,” kata Fajar.
Besarnya minat sekolah menjadi salah satu indikator positif dalam penyelenggaraan tahun ini. Hampir 84 sekolah ambil bagian dengan peserta yang berasal dari Kota Sukabumi maupun Kabupaten Sukabumi.
Persaingan juga dibuat lebih luas karena turnamen mempertandingkan kategori putra dan putri pada sejumlah jenjang pendidikan.
Fajar mengatakan, banyaknya peserta memberikan peluang lebih besar bagi Afkot untuk melihat secara langsung kemampuan para pemain muda. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi talenta-talenta yang selama ini belum mendapat kesempatan tampil dalam ajang yang lebih tinggi.
Di balik penyelenggaraan turnamen, Afkot Sukabumi memiliki target jangka panjang, yakni membentuk skuad yang diperkuat pemain-pemain asli Kota Sukabumi.
Fajar mengakui, salah satu tantangan yang masih dihadapi futsal Kota Sukabumi adalah ketersediaan pemain lokal ketika menghadapi kompetisi tingkat daerah atau kejuaraan daerah (kejurda).
Dalam beberapa kesempatan, tim Kota Sukabumi masih harus mendatangkan pemain dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan skuad.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Afkot terus mendorong kompetisi usia dini. Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten, pemain lokal diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk berkembang hingga mampu bersaing di level senior.
“Harapan kami, dari Piala Ketua Afkot ini bisa lahir bibit-bibit unggul untuk kemajuan futsal Kota Sukabumi,” ujar Fajar.
Ia juga menargetkan munculnya pemain yang memiliki rasa bangga membela daerah asalnya atau yang disebutnya sebagai local pride.
“Mudah-mudahan dengan adanya gelaran Piala Ketua Afkot ini, kita bisa menghasilkan atlet-atlet yang memang local pride, asli Kota Sukabumi,” tegasnya.
Bagi Afkot, pembangunan prestasi tidak dapat dilakukan secara instan. Kompetisi berjenjang menjadi bagian penting untuk mengasah mental bertanding, kemampuan teknis sekaligus memberikan pengalaman kepada pemain sejak usia muda.
Dengan keterlibatan puluhan sekolah dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, Piala Ketua Afkot 2026 diharapkan bukan hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperluas ekosistem futsal dan mempercepat regenerasi atlet.
Pada akhirnya, Afkot ingin kompetisi tersebut menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan pemain-pemain lokal yang mampu membawa nama Kota Sukabumi bersaing di level yang lebih tinggi.
The post 84 Sekolah Ramaikan Piala Ketua AFKOT Kota Sukabumi 2026, Ajang Berburu Bibit Futsal Muda first appeared on Sukabumi Ku.




