BNI Siapkan Perpanjangan Buyback Saham Rp627 Miliar, Saham BBNI Menguat 8,78 Persen

JAKARTA  – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencermati peluang untuk memperpanjang periode pembelian kembali saham atau buyback di tengah gejolak pasar saham domestik.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kepentingan pemegang saham, serta kecukupan modal perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Sebelumnya, BNI melalui keterbukaan informasi pada Juli 2026 telah menyampaikan rencana buyback saham dengan periode pelaksanaan hingga 26 Oktober 2026.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, nilai maksimal pembelian kembali saham tersebut mencapai Rp627 miliar, dengan jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20 persen dari modal disetor sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Resep Teh Jeruk Rempah, Minuman Segar Hangat atau Dingin dengan Aroma Jahe dan Kayu Manis

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa perseroan terus mencermati perkembangan pasar dan berbagai opsi strategis, termasuk kemungkinan memperpanjang periode pelaksanaan buyback.

Namun, langkah tersebut tetap memperhatikan ruang pembelian kembali saham yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Langkah ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI yang tetap kuat. Pelaksanaan buyback dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kecukupan permodalan perseroan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Di tengah perkembangan tersebut, saham BBNI mencatatkan penguatan pada perdagangan Selasa (20/10/2026).

Saham bank milik negara itu ditutup naik 8,78 persen ke level Rp3.220 per saham.

Meski demikian, secara year-to-date (YTD), saham BBNI masih terkoreksi sebesar 26,32 persen sepanjang 2026.

Pergerakan saham tersebut menjadi salah satu faktor yang dicermati perseroan dalam mempertimbangkan langkah strategis, termasuk pelaksanaan pembelian kembali saham.

Keyakinan BNI terhadap prospek bisnisnya turut ditopang oleh pertumbuhan kinerja keuangan hingga Agustus 2026.

Total aset perseroan tercatat mencapai Rp1.434,1 triliun, meningkat 24,8 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 27,1 persen YoY menjadi Rp977,2 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 29,4 persen YoY menjadi Rp1.124,7 triliun.

Dari sisi profitabilitas, BNI membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp28,9 triliun, tumbuh 14,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun laba bersih perseroan tercatat mencapai Rp14,33 triliun, meningkat 6,9 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut menjadi salah satu landasan bagi BNI dalam menjaga kapasitas pertumbuhan bisnis, dengan tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham dan kecukupan permodalan.

Selain kinerja internal, prospek pertumbuhan BNI juga didukung oleh kondisi makroekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I-2026 disebut mencapai 5,45 persen secara tahunan. Angka tersebut diklaim menjadi pertumbuhan tertinggi sejak 2013 di luar periode pandemi Covid-19.

Capaian itu juga berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi negara-negara G20 yang tercatat sebesar 2,0 persen.

Di sisi lain, inflasi domestik tetap terkendali pada level 3,28 persen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung bagi sektor perbankan dalam menjaga momentum pertumbuhan, meskipun dinamika pasar saham masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Ke depan, BNI menyatakan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan aksi korporasi, termasuk mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan pengembangan bisnis, dan kecukupan modal perseroan.(SE)

The post BNI Siapkan Perpanjangan Buyback Saham Rp627 Miliar, Saham BBNI Menguat 8,78 Persen first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *