
SUKABUMI – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dimanfaatkan Polres Sukabumi Kota untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui kegiatan Qiyamullail Camp PRIMA.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Rabu – Kamis 21 – 22 Oktober tersebut diikuti sekitar 1.000 hingga 1.200 santri dari kurang lebih 60 pondok pesantren di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Sukabumi turut menghadiri agenda tersebut.
Tak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, Qiyamullail Camp PRIMA juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi santri untuk mengenali berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar para santri mendapatkan bekal pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada para santri, sehingga ke depannya mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bisa menjadi teladan di masyarakat. Harapannya, hal itu juga berdampak terhadap terciptanya kamtibmas yang kondusif,” ujar Sentot.
Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman terhadap tantangan sosial. Karena itu, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada penguatan spiritual, tetapi juga menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja.
Para peserta mengikuti kegiatan keagamaan, mulai dari salat berjemaah, mengaji, zikir, hingga doa bersama untuk keselamatan bangsa. Mereka juga memperoleh materi mengenai bahaya narkoba, judi online, pinjaman online, kekerasan di kalangan remaja, serta penyebaran berita bohong atau hoaks.
“Selain kegiatan keagamaan, salat, mengaji, zikir, dan doa bersama untuk Indonesia agar aman dari segala bencana, kami juga memberikan materi khusus terkait kamtibmas. Mulai dari bahaya narkoba, judi online, pinjol, kekerasan remaja, hingga pengetahuan tentang hoaks agar para santri lebih bijak dalam menggunakan HP maupun media sosial,” jelasnya.
Edukasi tersebut dinilai penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat informasi dapat menyebar dengan cepat. Santri diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri dari berbagai risiko, tetapi juga ikut mengedukasi lingkungan sekitarnya agar lebih kritis dalam menerima informasi.
Polres Sukabumi Kota berharap manfaat kegiatan tidak berhenti setelah Qiyamullail Camp PRIMA selesai dilaksanakan. Para santri yang mengikuti pembekalan diharapkan dapat membagikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan mereka di pondok pesantren masing-masing.
Dengan cara tersebut, edukasi mengenai pencegahan narkoba, bahaya judi online, pinjaman online, kekerasan remaja, dan hoaks diharapkan menjangkau lebih banyak kalangan.
“Nantinya akan disampaikan secara paralel. Setelah mendapatkan ilmu dari sini, para santri diharapkan bisa menyebarkan materi tersebut ke pondok pesantren masing-masing,” ungkap Sentot.
Sebagai upaya memperluas jangkauan pembinaan, Polres Sukabumi Kota juga merencanakan pengembangan program Police Go to Pesantren. Program ini disiapkan sebagai sarana edukasi dan pendekatan kepolisian di lingkungan pesantren, melengkapi program Police Go to School yang menyasar kalangan pelajar.
Melalui pendekatan tersebut, kepolisian berharap komunikasi dengan kalangan ulama, pengasuh pesantren, dan santri dapat terjalin lebih erat. Pesantren pun diharapkan dapat berperan sebagai mitra dalam mendorong kesadaran hukum serta mencegah persoalan sosial di kalangan generasi muda.
Sentot menegaskan, upaya menjaga keamanan wilayah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian, TNI, ulama, santri, dan pemerintah menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung kehidupan sosial yang harmonis.
“Secara garis besar, kami berharap sinergi antara Polri, TNI, ulama, santri, dan pemerintah menjadi utuh, sehingga Sukabumi ke depannya semakin aman, religius, dan bermartabat,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri Nasional 2026 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pembentukan karakter generasi muda. Santri diharapkan mampu memadukan nilai-nilai keagamaan dengan wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, dan kesadaran menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, jumlah peserta upacara peringatan Hari Santri Nasional yang direncanakan mencapai sekitar 1.600 orang, lebih banyak dibandingkan peserta Qiyamullail Camp PRIMA.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Sukabumi Kota berharap semangat Hari Santri tidak hanya tercermin dalam aktivitas keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, mencegah persoalan sosial, dan membangun masyarakat Sukabumi yang aman serta harmonis.
The post Hari Santri 2026, Polres Sukabumi Kota Bekali 1.200 Santri dengan Edukasi Kamtibmas Dalam Qiyamullail Camp PRIMA first appeared on Sukabumi Ku.




