SUKABUMI — DPD Partai Golkar Kota Sukabumi mulai mematangkan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026. Selain menentukan kepemimpinan baru, forum tersebut akan menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Hasen Chandra, menyebut persiapan kegiatan telah memasuki tahap evaluasi akhir. Sejumlah kebutuhan, mulai dari lokasi, materi musyawarah hingga perangkat kepanitiaan, diklaim telah dipersiapkan.
Musda rencananya digelar di Hotel Anugrah, Kota Sukabumi. Panitia juga telah membentuk steering committee (SC) dan organizing committee (OC) untuk menangani tahapan penyelenggaraan kegiatan.
“Alhamdulillah, sampai hari ini kita sudah siap tanggal 25 Oktober 2026. Baik kesiapan tempat, materi musda, maupun infrastruktur kepanitiaan SC dan OC sudah terbentuk. Semuanya sedang berjalan dan dievaluasi untuk pelaksanaan,” kata Hasen.
Di tengah persiapan tersebut, perhatian juga tertuju pada proses pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi. Panitia merencanakan pembukaan pendaftaran bakal calon pada Jumat, 23 Oktober 2026, atau dua hari sebelum musda berlangsung.
Hasen menjelaskan, mekanisme pendaftaran masih dibahas oleh panitia OC. Setelah tahapan dibuka, bakal calon yang mengambil formulir akan mengikuti proses pengembalian berkas dan verifikasi persyaratan oleh tim SC.
Hingga Kamis (22/10/2026), menurut Hasen, nama yang telah muncul secara terbuka sebagai kandidat ketua baru adalah Gundar Qolby. Namun, panitia memastikan kesempatan pencalonan tetap terbuka bagi kader lain yang berminat dan memenuhi ketentuan organisasi.
“Nama yang muncul secara terbuka sampai hari ini baru satu, yaitu Saudara Gundar Qolby. Namun, besok pendaftaran terbuka bagi siapa pun yang ingin mendaftar,” ujarnya.
Tahapan verifikasi akan mengacu pada ketentuan organisasi Partai Golkar, termasuk Peraturan Organisasi Nomor 2 yang mengatur mekanisme musyawarah daerah serta persyaratan calon ketua.
Dengan demikian, proses pencalonan tidak hanya berkaitan dengan munculnya nama kandidat, tetapi juga pemenuhan persyaratan administratif dan ketentuan organisasi yang berlaku.
Di luar agenda pemilihan ketua, Musda XI juga diharapkan menghasilkan arah kebijakan organisasi untuk menghadapi kontestasi politik mendatang. Hasen menegaskan, kepemimpinan baru harus mampu memperkuat konsolidasi kader sekaligus merumuskan strategi peningkatan perolehan kursi legislatif dan menghadapi kontestasi eksekutif pada Pemilu 2029.
“Target kita yang pertama konsolidasi internal organisasi harus berjalan kondusif. Yang kedua, siapa pun yang terpilih harus punya visi-misi bagaimana memenangkan kontestasi Pemilu 2029, baik di legislatif maupun eksekutif,” jelasnya.
Menurut Hasen, keselarasan visi dan program perlu dibangun di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari DPD tingkat kota, pengurus kecamatan hingga pengurus kelurahan. Kesamaan arah tersebut dinilai penting agar strategi politik partai dapat dijalankan secara terkoordinasi.
Persiapan Musda XI juga dikoordinasikan dengan DPD Partai Golkar Jawa Barat. Hasen menyampaikan, Ketua dan Sekretaris panitia sebelumnya diundang ke Bandung pada Rabu (21/10/2026) untuk menyinkronkan persiapan pelaksanaan kegiatan.
Koordinasi itu dilakukan sebagai bagian dari pemantapan agenda musda, termasuk kesiapan teknis dan tahapan pencalonan yang akan berlangsung menjelang pemilihan ketua.
Dengan jadwal pelaksanaan yang semakin dekat, perhatian selanjutnya tertuju pada pembukaan pendaftaran, hasil verifikasi bakal calon, serta proses pemilihan yang akan menentukan arah kepemimpinan Golkar Kota Sukabumi untuk periode berikutnya.
The post Nama H. Gundar Qolby Muncul Jelang Musda Golkar Kota Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.
