Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp10 Juta untuk Informasi Pencuri Kayu Sonokeling

JAWA BARAT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan hadiah uang sebesar Rp10 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi mengenai pelaku pencurian kayu sonokeling.

Sayembara tersebut diumumkan di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

“Siapa yang bisa menyampaikan informasi para pencuri sono keling, saya kasih hadiah 10 juta rupiah,” kata Dedi Mulyadi, dikutip dari Diskominfo Jabar, (25/10/2026).

Baca Juga : Resep Membuat Chia Fresca, Minuman Segar dari Chia Seed dan Lemon

Selain mengumumkan sayembara, Dedi juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuka lahan pertanian dengan cara membakar ilalang, terutama menjelang musim tanam pada November.

Menurutnya, kebiasaan membakar lahan untuk mempersiapkan area pertanian berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas apabila tidak dikendalikan.

“Ya mungkin ada yang bakar ilalang. Karena umum menjelang November. Kan orang biasa, petani suka nanam. Jadi nanti tidak boleh lagi,” ujarnya.

Pemadaman Karhutla Gunung Ciremai Mulai Terkendali

Di tengah upaya penanganan kebakaran, Dedi Mulyadi turut memantau kondisi kawasan Gunung Ciremai menggunakan helikopter yang melakukan water bombing atau pemadaman melalui pengeboman air.

Berdasarkan hasil pemantauan udara, luas kawasan yang terdampak kebakaran tercatat sekitar 30 hektare. Angka tersebut sekaligus meluruskan informasi yang sebelumnya menyebutkan luas kebakaran mencapai 60 hektare.

“Yang terbakar 30 hektar. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan,” jelasnya.

Dedi menyebut kondisi kebakaran mulai menurun setelah dilakukan penanganan intensif selama dua hari.

“Hari ini heli sudah pakai water bombing sudah turun. Tadi saya keliling naik heli memastikan titik-titik prioritas. Dan itu sudah menurun,” katanya.

Libatkan TNI dan BNPB untuk Padamkan Api

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat dukungan armada helikopter dari Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, TNI Angkatan Udara, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dukungan tersebut diperlukan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Jadi kita kerja bareng untuk menyelesaikan Ciremai dengan cepat. Dan berhasil, waktunya cuma dua hari selesai,” tegas Dedi.

Ia menjelaskan, karakteristik medan Gunung Ciremai berbeda dengan kawasan rawan kebakaran di Kalimantan. Di Ciremai, api cenderung merambat ke arah atas mengikuti kondisi lereng, sementara ketersediaan air menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.

Sebanyak 500 Orang Dikerahkan Pulihkan Saluran Air

Selain pemadaman melalui udara, Pemprov Jawa Barat juga mengerahkan sekitar 500 orang untuk membersihkan dan memfungsikan kembali saluran air alami di dalam kawasan hutan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan agar api tidak mudah meluas ke bagian kawasan lainnya.

“Ternyata hutan itu secara alaminya ada sungai yang menjadi kanal. Kanal itu sudah ada. Hari ini ada 500 orang yang saya gerakkan untuk memfungsikan kembali kanal. Diangkatin sampah-sampahnya sehingga nanti kalau ada air turun akan menutupi aliran kanal sehingga kalau ada kebakaran nggak bisa nyebrang,” papar Dedi.

Upaya pemulihan saluran air tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat sekaligus langkah antisipasi untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan.

Dedi Jelaskan Alasan Tak Hadiri Agenda Kenegaraan

Dedi Mulyadi juga menanggapi perhatian publik terkait ketidakhadirannya dalam agenda kenegaraan tingkat nasional. Ia mengatakan telah menyampaikan kondisi darurat kebakaran di Gunung Ciremai kepada Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet.

Menurutnya, komunikasi tersebut dilakukan untuk meminta arahan sekaligus melaporkan penanganan bencana yang tengah berlangsung di Jawa Barat.

“Soal tidak hadiri acara presiden sudah saya sampaikan ke Mensesneg. Kemarin pagi saya WA Pak Mensesneg. Pak, saya minta arahan ini ada kebakaran di Ciremai. Ada pengarahan dari Bapak Presiden untuk tangani yang Ciremai. Saya juga lapor ke Pak Seskab. Jadi kami kemarin melaksanakan itu atas sepengetahuan. WA-nya juga ada,” pungkasnya.

Melalui langkah penanganan karhutla dan imbauan kepada masyarakat, Pemprov Jawa Barat menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk menjaga kawasan hutan, mencegah kebakaran berulang, serta melindungi kelestarian lingkungan.(SE)

The post Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp10 Juta untuk Informasi Pencuri Kayu Sonokeling first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *