Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Suasana pagi yang tenang di Kampung Paledang, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi duka setelah seorang pria lanjut usia ditemukan tewas tertemper Kereta Api (KA) Pangrango pada Sabtu (2/8) sekitar pukul 09.15 WIB.
Korban diketahui bernama Ade Rahmat (62), warga Desa Cisande yang telah lama menetap di Kampung Ciawi, Desa Cimahi. Sosoknya dikenal masyarakat sekitar sebagai pria pendiam dan sering terlihat berjalan menyusuri rel untuk berjemur, kebiasaan yang dilakukan lantaran menderita penyakit diabetes menahun.
Tidak ada saksi mata yang menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan nahas tersebut. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian dan warga setempat, korban ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa di sisi rel kereta, beberapa meter dari lokasi awal tertemper.
“Ketika ditemukan, korban sudah terbaring. Tidak ada yang melihat secara jelas kejadiannya. Info sementara, korban sudah lama mengalami sakit,” jelas Kapolsek Cibadak, Resor Sukabumi, AKP Idji Djubaedi saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/8).
Sejumlah warga menyebutkan bahwa KA Pangrango yang datang dari arah barat menuju timur sempat membunyikan klakson panjang beberapa saat sebelum insiden terjadi. Namun, tidak ada yang menyangka korban berada terlalu dekat dengan rel atau bahkan mungkin tidak sempat menghindar.
“Informasinya, korban itu memang biasanya suka duduk-duduk atau jalan di sekitar rel. Katanya karena sakit gula, beliau sering berjemur di situ. Namun, untuk kronologis pastinya masih dalam tahap penyelidikan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Pasca-kejadian, lokasi langsung dipenuhi oleh aparat kepolisian, petugas keamanan stasiun, dan relawan. Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.
The post Kronologis Pria Lansia Tewas Tertemper KA Pangrango di Cicantayan appeared first on Radar Sukabumi.



















