Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Proyek Jembatan Lambat, Jembatan Darurat Hanyut, Warga Desa Tarisi Terancam Terisolir

×

Proyek Jembatan Lambat, Jembatan Darurat Hanyut, Warga Desa Tarisi Terancam Terisolir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

INILAHSUKABUMI.COM – Proyek pembangunan Jembatan Tarisi di Desa Tarisi, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan setelah jembatan darurat yang digunakan warga hilang tersapu arus Sungai Cicareuh, sekira pukul 17.30 WIB, Kamis (20/11/2025). Kerusakan jembatan sementara itu mempertegas dampak lambatnya penyelesaian jembatan permanen yang hingga kini belum rampung.

Example 300x600

Pembangunan jembatan permanen yang dikerjakan CV Karya Darmawan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi telah berjalan tiga bulan lebih sejak terbitnya SPK pada 7 Agustus 2025. Namun menurut warga, progres di lapangan dinilai lamban dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Akibat keterlambatan tersebut, warga Tarisi dan Hegarmanah harus mengandalkan jembatan darurat selama proses pembangunan berlangsung. Kini, setelah jembatan darurat itu hanyut, ratusan warga terancam terisolasi tanpa akses penyeberangan.

Kepala Desa Tarisi, Sutendi, mengungkapkan kekecewaannya atas belum selesainya pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan warga. Ia menyebut lambatnya pengerjaan membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari bekerja, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian.

“Ini sudah tiga bulan lebih, tapi jembatannya belum selesai. Sekarang warga saya tidak bisa melintas sama sekali setelah jembatan darurat terbawa arus sungai,” ujarnya.

Pemerintah desa akhirnya mengeluarkan imbauan kepada warga agar tidak melintas hingga proyek jembatan permanen diselesaikan. Sutendi meminta pihak terkait segera mempercepat pembangunan agar akses masyarakat dapat kembali normal.

“Saya mohon jembatan ini segera diselesaikan supaya warga bisa kembali beraktivitas,” harapnya.

Berdasarkan papan proyek, pembangunan jembatan tersebut memiliki nilai kontrak Rp919 juta dengan waktu pelaksanaan 120 hari. Namun hingga kini penyelesaiannya belum mencapai target. Warga berharap pemerintah turun tangan untuk memastikan pekerjaan dipercepat agar aktivitas masyarakat tidak semakin lumpuh. (*)

Reporter: Karimullah

Redaktur: A. Somantri

The post Proyek Jembatan Lambat, Jembatan Darurat Hanyut, Warga Desa Tarisi Terancam Terisolir first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *