Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Sejarah Kecamatan Cibadak Sukabumi: Dari Tatar Sunda hingga Pusat Pertumbuhan Sukabumi Utara

×

Sejarah Kecamatan Cibadak Sukabumi: Dari Tatar Sunda hingga Pusat Pertumbuhan Sukabumi Utara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ILUSRASI: Sejarah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dari masa Tatar Sunda, era kolonial Hindia Belanda, hingga berkembang sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Sukabumi bagian utara. Sumber Foto: Gambar dihasilkan Artificial Intelligence.

INILAHSUKABUMI.COMKecamatan Cibadak merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran historis penting dalam perkembangan Kabupaten Sukabumi. Sejarah kawasan ini dapat ditelusuri sejak masa Tatar Sunda, berlanjut pada era kolonial Hindia Belanda, hingga berkembang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi Sukabumi bagian utara.

Example 300x600

Dalam kajian sejarah Sunda, wilayah Sukabumi, termasuk Cibadak, merupakan bagian dari kawasan Kerajaan Sunda Pajajaran. Sejarawan Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Nina Herlina Lubis, dalam sejumlah tulisannya menyebutkan bahwa wilayah Priangan Barat berfungsi sebagai daerah penyangga dan jalur perlintasan antarpusat permukiman pada masa kerajaan Sunda.

“Wilayah Priangan Barat, termasuk Sukabumi, berkembang mengikuti jalur sungai dan jalur darat tradisional yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan kekuasaan,” tulis Nina Herlina dalam kajian sejarah Sunda.

Nama Cibadak berasal dari bahasa Sunda, yakni ci yang berarti air atau sungai dan badak yang merujuk pada satwa badak. Penamaan tersebut mencerminkan kondisi geografis wilayah yang kaya sumber air dan pada masa lalu masih didominasi hutan lebat.

Perkembangan Cibadak semakin pesat pada abad ke-19 seiring masuknya pemerintahan Hindia Belanda. Berdasarkan catatan sejarah kolonial yang juga dirujuk oleh sejarawan Sunda Edi S. Ekadjati (alm.), kawasan Sukabumi dijadikan wilayah perkebunan dan permukiman Eropa.

Pembangunan jalur kereta api Bogor-Sukabumi menjadi titik penting dalam sejarah Cibadak. Jalur tersebut menjadikan Cibadak sebagai salah satu simpul transportasi dan distribusi hasil bumi di Sukabumi bagian utara.

Pada masa kolonial, Cibadak berstatus sebagai onderdistrict dan berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan Belanda. Sejumlah infrastruktur yang dibangun pada masa itu kemudian menjadi fondasi perkembangan wilayah hingga era modern.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 1945, Cibadak resmi menjadi bagian dari Kabupaten Sukabumi. Wilayah ini turut mengalami dinamika perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk pada masa agresi militer Belanda di Jawa Barat.

Dalam dokumen Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Cibadak tercatat sebagai salah satu kecamatan dengan pertumbuhan layanan publik yang pesat pascakemerdekaan. Keberadaan RSUD Sekarwangi, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, serta pusat perdagangan dan industri memperkuat peran Cibadak sebagai pusat aktivitas wilayah utara.

Hingga kini, Cibadak kerap disebut dalam kajian dan wacana pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara. Sejumlah akademisi dan pengamat tata wilayah menilai Cibadak memiliki modal sejarah, infrastruktur, dan posisi geografis yang kuat sebagai pusat pemerintahan kawasan tersebut. (*)

Sumber: Nina Herlina Lubis, Sejarah Sunda, Universitas Padjadjaran (Unpad)

Redaktur: Rendi Rustandi

The post Sejarah Kecamatan Cibadak Sukabumi: Dari Tatar Sunda hingga Pusat Pertumbuhan Sukabumi Utara first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *