Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

Waspada Banjir Meluas, 25 Sungai di Sukabumi Dinormalisasi

×

Waspada Banjir Meluas, 25 Sungai di Sukabumi Dinormalisasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sumber: Radar Sukabumi

Example 300x600

SUKABUMI – Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sumber Daya Air (UPTD PSDA) Wilayah Sungai Cisadea–Cibareno memperkuat upaya mitigasi bencana banjir melalui program normalisasi sungai di wilayah rawan. Sepanjang tahun 2025, sedikitnya 25 titik sungai di Kabupaten dan Kota Sukabumi telah dinormalisasi.

Kepala UPTD PSDA WS Cisadea–Cibareno, Lusie Musianty, mengatakan normalisasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir akibat sedimentasi.

“Normalisasi memang tidak bisa menghilangkan banjir 100 persen, tetapi dapat mereduksi dampaknya dengan mengembalikan fungsi sungai,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Menurut Lusie, banjir yang melanda Sukabumi dan Cianjur pada Desember dan Maret lalu menunjukkan perlunya penanganan sungai berkelanjutan. Normalisasi dilakukan agar debit air dapat tertampung di badan sungai dan tidak meluap ke permukiman.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan pemeliharaan rutin di titik-titik pendangkalan parah. Lokasi ditentukan berdasarkan inventarisasi usulan masyarakat dan pemerintah desa.

“Tahun 2025 kami menerima banyak usulan dari desa-desa di Sukabumi, Kota Sukabumi, dan Cianjur. Semua diprioritaskan sesuai tingkat kerawanan,” jelasnya.

Dari 25 titik normalisasi, mayoritas berada di Kabupaten Sukabumi. Empat titik di Kabupaten Cianjur dan dua titik di Kota Sukabumi. Sungai yang sudah dinormalisasi antara lain Cipalabuan, Cikalong, Cimandiri, Cibuni, Cidolog, Citarik, Cibalapulang, Cidadap, Cisuda, hingga sungai di kawasan Cisolok yang sempat dilanda banjir besar.

Meski demikian, masih ada 10–15 titik usulan yang belum tertangani dan direncanakan masuk program tahun 2026.

Lusie menambahkan, kondisi sungai di Sukabumi banyak mengalami pergeseran alur akibat erosi dan sedimentasi, sehingga mengancam permukiman warga. Kendala utama di lapangan adalah akses, karena beberapa lokasi sulit dijangkau alat berat.

“Ada sungai yang kiri-kanannya sawah. Kalau alat masuk dari pinggir, sawah warga bisa terdampak. Jadi kendalanya lebih ke akses jalan dan teknis,” pungkasnya.

🎯 Rekomendasi Judul Menarik

  • “25 Sungai di Sukabumi Dinormalisasi, Antisipasi Banjir Meluas”
  • “Mitigasi Bencana: PSDA Normalisasi 25 Sungai di Sukabumi”
  • “Rawan Banjir, Puluhan Sungai di Sukabumi Dikeruk Sedimentasi”
  • “Normalisasi Sungai Jadi Strategi PSDA Kurangi Risiko Banjir Sukabumi”

The post Waspada Banjir Meluas, 25 Sungai di Sukabumi Dinormalisasi appeared first on Radar Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *