Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

ODGJ di Nagrak Sukabumi Dievakuasi Petugas Gabungan

×

ODGJ di Nagrak Sukabumi Dievakuasi Petugas Gabungan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Petugas gabungan mengevakuasi seorang ODGJ di Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, secara humanis untuk dirujuk ke rumah sakit jiwa guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. Foto: Istimewa

INILAHSUKABUMI.COM – Kepedulian dan respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dalam menangani kondisi darurat kemanusiaan. Seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Mamat Sumarna (33), warga Kampung Ciganas RT 03 RW 09, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dievakuasi secara humanis setelah mengalami kekambuhan dan mengancam keselamatan keluarga serta warga sekitar, Jumat (6/2/2026).

Example 300x600

Evakuasi dilakukan setelah pasien diketahui putus obat akibat keterbatasan ketersediaan obat kejiwaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama serta kendala administrasi pendaftaran rumah sakit secara daring. Kondisi tersebut menyebabkan pasien mengalami gangguan emosional yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (P2BK) Kecamatan Nagrak bersama unsur lintas sektor bergerak cepat melakukan penanganan terpadu. Pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi Bogor, didampingi pihak keluarga, petugas Puskesmas Nagrak, serta tim pendamping dari unsur pemerintah daerah.

Evakuasi ODGJ di Kabupaten Sukabumi ini melibatkan P2BK Nagrak, anggota Pusat Aspirasi Warga (PUAS), Opsiga Kecamatan Nagrak, Polsek Nagrak, Satpol PP, Pemerintah Desa Nagrak Utara, Puskesmas Nagrak, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Tagana, Damkar Pos V Cibadak, serta masyarakat setempat. Seluruh proses dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan dan mengedepankan keselamatan pasien serta warga.

P2BK Kecamatan Nagrak, Winda Tri S., mengatakan bahwa penanganan ODGJ membutuhkan sistem layanan yang kuat, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.

“Kami bergerak cepat karena ini menyangkut keselamatan pasien, keluarga, dan warga sekitar. Penanganan ODGJ tidak bisa bersifat reaktif, tetapi harus berkelanjutan. Keterbatasan obat kejiwaan dan sistem pendaftaran rumah sakit secara daring menjadi catatan penting agar kekambuhan tidak terus berulang,” ujar Winda, yang akrab dipanggil Miky kepada inilahsukabumi.com.

Ia menambahkan, pendekatan humanis menjadi prinsip utama dalam setiap proses evakuasi dan pendampingan ODGJ di Kabupaten Sukabumi.

“ODGJ bukan untuk ditakuti atau dijauhi, melainkan untuk ditolong. Sinergi lintas sektor hari ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menangani situasi darurat kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Idam
Redaktur: Rendi Rustandi

The post ODGJ di Nagrak Sukabumi Dievakuasi Petugas Gabungan first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *