SUKABUMI – Perayaan Imlek 2026 dimaknai sebagai momentum memperkuat modal sosial, persatuan, dan toleransi antarumat beragama di Kota Sukabumi. Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat menghadiri konsinyering Imlek yang digelar di Vihara Widhi Sakti, Senin malam, 16 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran lintas unsur ini dinilai menjadi simbol kebersamaan dan harmoni kehidupan beragama di Kota Sukabumi.
Dalam keterangannya, Ayep Zaki menegaskan capaian Kota Sukabumi sebagai kota toleran harus terus dijaga. Ia menyebut Sukabumi saat ini menempati peringkat teratas di Jawa Barat dan posisi keenam secara nasional.
Baca Juga: Relawan SPPG Mangkalaya Gelar Papajar dan Clean Up Sambut Ramadhan 1447 Hijriah
“Predikat sebagai kota toleransi terbaik di Jawa Barat dan peringkat enam nasional itu wajib kita pertahankan. Kerukunan umat beragama di Sukabumi sudah berada di jalur yang baik dan tinggal kita dorong ke level nasional yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif, tetapi mencerminkan budaya hidup rukun yang tumbuh di tengah masyarakat. Ia menilai harmoni sosial menjadi fondasi utama dalam membangun kota yang maju dan berdaya saing. Ayep Zaki juga menekankan pentingnya menjadikan perayaan Imlek sebagai momentum memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat.
“Imlek ini harus menjadi modal dasar bagaimana Kota Sukabumi bersatu dan berdaulat. Semua tokoh masyarakat lintas agama harus kompak,” katanya. Ia menambahkan bahwa persatuan akan berdampak pada kuatnya hukum, ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Lebih lanjut, Ayep Zaki menyampaikan optimisme bahwa kebersamaan yang kokoh akan bermuara pada kesejahteraan warga. “Kalau kebersamaan ini kuat, saya yakin Sukabumi bisa menjadi kota yang sejahtera, adil, dan makmur. Itu pilihan kita bersama,” tuturnya.
Baca Juga: Pantai Minajaya Berbayar Rp12 Ribu, Dispar Sukabumi Janji Evaluasi
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota menargetkan peningkatan peringkat toleransi Kota Sukabumi di tingkat nasional. Ia mendorong agar Sukabumi mampu menembus empat besar kota toleran di Indonesia.
Ayep Zaki menjelaskan, saat ini Pemkot telah memiliki peraturan wali kota terkait kerukunan umat beragama dan ke depan akan diperkuat menjadi peraturan daerah agar tersedia dukungan anggaran khusus melalui APBD. Menurutnya, komitmen toleransi harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berkelanjutan, tidak berhenti pada simbol atau seremoni.
Ayep Zaki juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan lingkungan vihara tempat kegiatan berlangsung. Ia mengaku kerap menghadiri undangan di lokasi tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga kerukunan antara pemimpin daerah dan warganya.
Baca Juga: Penentuan Awal Ramadan 1447 H, DHR Kabupaten Sukabumi Lakukan Rukyat Hilal di POB Cibeas Besok
Ia turut mengenang almarhum Pak Halim, sahabatnya yang dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan di vihara itu, sebagai bagian dari perjalanan panjang persahabatan lintas iman yang ia jalani.
Suasana konsinyering Imlek berlangsung hangat dan penuh keakraban. Perayaan tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga ruang dialog dan silaturahmi lintas umat beragama di Kota Sukabumi.
The post Imlek 2026 Jadi Momentum Perkuat Toleransi, Sukabumi Ditargetkan Tembus 4 Besar Kota Toleran Nasional first appeared on Sukabumi Ku.



















