Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Belum Mandi Wajib, Apakah Puasa Ramadan Kita Sah?

×

Belum Mandi Wajib, Apakah Puasa Ramadan Kita Sah?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Mandi wajib merupakan salah satu bentuk bersuci untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluarnya air mani, haid, atau nifas. Foto: Pixabay

INILAHSUKABUMI.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia bersiap menjalankan ibadah puasa. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah puasa tetap sah jika seseorang belum melaksanakan mandi wajib atau masih dalam keadaan junub saat memasuki waktu Subuh.

Example 300x600

Mandi wajib merupakan salah satu bentuk bersuci untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluarnya air mani, haid, atau nifas. Dalam kondisi tersebut, seorang Muslim diwajibkan mandi wajib agar dapat kembali melaksanakan ibadah tertentu, terutama salat fardhu.

Namun, mandi wajib bukan termasuk syarat sah puasa. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187, yang menerangkan bahwa hubungan suami istri diperbolehkan pada malam hari selama bulan Ramadhan hingga sebelum terbit fajar. Ayat tersebut menjadi dasar bahwa seseorang masih mungkin berada dalam keadaan junub saat waktu Subuh tiba, sementara puasanya tetap sah selama ia telah berniat berpuasa.

Baca Juga: Salat Tarawih, Lebih Utama Sendiri atau Berjamaah? Simak Penjelasannya

Dalil lain yang memperkuat hal tersebut terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah dan Ummu Salamah. Keduanya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub setelah berhubungan dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan tetap melaksanakan puasa. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan menjadi dasar bahwa puasa tetap sah meskipun mandi wajib dilakukan setelah Subuh.

Penjelasan serupa juga terdapat dalam berbagai kitab fikih, termasuk kitab yang dirujuk oleh ulama Ahlussunnah, yang menyatakan bahwa suci dari hadas besar bukan merupakan syarat sah puasa. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib saat memasuki waktu Subuh. Namun demikian, mandi wajib tetap harus segera dilakukan agar dapat melaksanakan salat fardhu tepat waktu.

Selain itu, mandi wajib yang dilakukan pada siang hari saat berpuasa tidak membatalkan puasa. Mandi wajib justru merupakan kewajiban untuk memastikan seorang Muslim dapat menunaikan ibadah salat, sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 43 tentang kewajiban mendirikan salat.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa puasa Ramadhan tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib saat memasuki waktu Subuh. Meski begitu, umat Islam tetap dianjurkan untuk segera mandi wajib agar dapat melaksanakan salat dan ibadah lainnya dalam keadaan suci, sehingga ibadah yang dijalankan menjadi lebih sempurna dan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Wallahu’alam

Redaktur: Rendi Rustandi

The post Belum Mandi Wajib, Apakah Puasa Ramadan Kita Sah? first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *