INILAHSUKABUMI.COM – Pengakuan mengejutkan disampaikan bocah berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, sebelum meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026). Pengakuan tersebut disampaikan korban saat menjalani perawatan medis di RSUD Jampangkulon dan terekam dalam video yang kini viral di media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, korban terlihat terbaring lemah dengan sejumlah luka di tubuhnya, termasuk luka lebam di bagian wajah dan luka bakar di paha kiri. Kondisi korban saat itu memicu perhatian masyarakat setelah video tersebut tersebar luas.
Ketua Yayasan Forum Barisan Benteng Pajampangan, Isep Dadang Sukmana, mengatakan bahwa korban sempat memberikan keterangan terkait dugaan kekerasan yang dialaminya. Berdasarkan pengakuan korban, ia mengaku sering mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.
Baca Juga: Viral Dugaan Kekerasan Anak oleh Ibu Tiri di Jampangkulon Sukabumi, Bocah 12 Tahun Meninggal Dunia
Korban mengaku kerap dipukul hingga pernah kehilangan kesadaran atau pingsan. Selain itu, korban menyebut tindakan kekerasan tersebut terjadi berulang kali dengan frekuensi yang sangat sering.
Tidak hanya itu, korban juga mengaku dipaksa mengonsumsi nasi dalam kondisi panas serta dipaksa meminum air panas. Terkait luka bakar di bagian paha, korban menyebut luka tersebut terjadi akibat disiram air panas.
Menanggapi isu yang berkembang cepat di tengah masyarakat, Kapolsek Jampangkulon, AKP Muhlis, menegaskan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus tersebut secara menyeluruh. Ia meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan karena proses hukum masih berjalan.
Menurut AKP Muhlis, aparat kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis sebagai dasar penentuan langkah hukum selanjutnya.
“Itu belum jelas. Saat ini semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan selesai,” tegas AKP Muhlis saat dikonfirmasi, Jumat (20/02/2026).
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Ini Pengakuan NS, Bocah Asal Jampangkulon Sebelum Meninggal Dunia first appeared on Inilah Sukabumi.



















