INILAHSUKABUMI.COM – Setelah aksi unjuk rasa di halaman perusahaan, pada Rabu (18/2/2026), kini tersebar Surat Terbuka yang diduga ditulis karyawan PT Muara Tunggal dan viral di media sosial, Facebook. Dalam surat itu, para karyawan meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan menyelesaikan konflik ketenagakerjaan di Sukabumi, khususnya di lingkungan PT Muara Tunggal.
Informasi yag dihimpun, dalam surat itu sedikitnya ada tiga persoalan yang diungkapkan dan diduga selama ini terjadi di PT Muara Tunggal, yaitu terkait jam kerja perusahaan, Tunjangan Hari Raya (THR) dan BPJS Kesehatan.
Terkait jam kerja perusahaan, disebutkan bahwa selama ini dinilai sudah melebihi ketentuan tanpa kompensasi lembur. Dalam surat itu disebutkan, karyawan mulai bekerja sejak pukul 06.30 WIB hingga 17.00 WIB, bahkan terkadang sampai pukul 18.00 WIB. Namun, mereka mengaku tidak menerima pembayaran lembur sebagaimana mestinya.
Selain itu, buruh juga mengeluhkan besaran THR yang dinilai tidak sesuai dengan masa kerja. Dalam surat disebutkan bahwa pekerja dengan masa kerja lebih dari 10 tahun hanya menerima THR sebesar Rp900 ribu. Kondisi ini dianggap tidak sebanding dengan masa pengabdian karyawan kepada perusahaan.
Permasalahan lain yang diungkapkan adalah terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. Para pekerja mengaku status BPJS mereka dinonaktifkan tanpa persetujuan atau pemberitahuan terlebih dahulu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena BPJS Kesehatan merupakan jaminan penting bagi perlindungan kesehatan pekerja dan keluarganya.
Baca Juga: Perundingan Deadlock, SPN Sukabumi Akan Adukan PT Muara Tunggal ke Bupati
Dalam surat tersebut juga ditulis, para buruh mengaku masih membutuhkan pekerjaan meski perusahaan dikabarkan akan pindah atau tutup. Namun, mereka meminta agar hak-hak pekerja tetap dipenuhi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mereka juga menegaskan bahwa permohonan tersebut bukan bertujuan memfitnah perusahaan, melainkan menyampaikan kondisi yang mereka alami secara langsung di lapangan.
Para buruh berharap Gubernur Jawa Barat dapat melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi yang sebenarnya. Mereka juga meminta adanya solusi yang adil dan berpihak kepada pekerja, tanpa merugikan pihak manapun.
“Kami memohon bantuan dan perhatian dari Pak Gubernur untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini secara adil bagi buruh. Ini fakta Pak, bukan fitnah. Silahkan cross chek langsung ke lapangan,” demikian isi permohonan dalam surat tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, HRD Manager PT Muara Tunggal, Sudarno Rais menyatakan, terkiat dengan aksi pada hari Rabu lalu, pihaknya tidak ingin berkomentar. Karena menurutnya, aski itu hanya spontan dan sekarang seluruh Karyawan telah kembali beraktivitas kerja seperti biasanya.
“Saya belum tau ada hal tersebut (surat terbuka) di media sosial apa. Ma’af (belum bisa berkomentar) karena tidak tau sumbernya hal tersebut,” singkatnya melalui pesan WhatsApp. (*)
Reporter: Idam
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Karyawan PT Muara Tunggal Kirim Surat Terbuka untuk KDM, Ungkap Tiga Persoalan Penting first appeared on Inilah Sukabumi.



















