Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Utama

Aktivis Cidahu Sukabumi Geruduk Gedung Sate, Tagih Janji Gubernur Atasi Perusakan Hutan Gunung Salak

×

Aktivis Cidahu Sukabumi Geruduk Gedung Sate, Tagih Janji Gubernur Atasi Perusakan Hutan Gunung Salak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI — Gelombang protes terhadap perusakan hutan di Blok Cangkuang, Gunung Salak, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, terus bergulir. Senin (11/8/2025), massa dari Aliansi Aktivis Kota mendatangi Gedung Sate, Bandung, menuntut Gubernur Jawa Barat, Dedi, menepati janji mewujudkan kota hijau dan menindak tegas mafia lingkungan.

Example 300x600

Kerusakan hutan yang terjadi dinilai sudah sangat parah. Penebangan pohon secara masif disebut sebagai pemicu banjir, kekeringan, dan penurunan kualitas air bersih di tiga desa terdampak: Cidahu, Jayabakti, dan Pondokaso.

“Kami datang ke sini untuk menagih janji Gubernur. Kerusakan lingkungan di daerah kami semakin parah, sementara masyarakat terus menderita,” ujar Koordinator Aksi, Bahtiar, Selasa (12/8).

Dalam audiensi, perwakilan massa bertemu staf gubernur bidang lingkungan dan kehutanan, Ermawan Dalisaputra. Ia menyatakan akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan pembalakan liar. Namun, rencana pelaksanaan program lingkungan baru pada tahun depan membuat peserta aksi kecewa.

“Kalau pelaksanaannya tahun depan, berarti masyarakat harus menderita setahun penuh,” kata Bahtiar.

Aliansi Aktivis Kota menyerahkan pernyataan sikap berisi empat tuntutan: investigasi menyeluruh terhadap pelaku perusakan hutan, penguatan infrastruktur mitigasi bencana, bantuan dan kompensasi bagi warga terdampak, serta pembentukan satgas lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal.

Tokoh masyarakat Cidahu, Rohadi (75), menyebut penebangan pohon bernilai tinggi seperti Mangong, Damar, Saninten, Puspa, dan Pinus telah berlangsung dua tahun terakhir. “Diperkirakan lebih dari 15.000 batang pohon sudah ditebang. Dari 70 hektare hutan, hampir separuhnya gundul,” ujarnya.

Kerusakan hutan berdampak langsung pada penurunan debit dan kualitas air bersih. Kolam penampungan hanya terisi separuh, dan air cepat keruh meski hujan ringan. Banjir bandang tercatat dua kali dalam tiga tahun terakhir, salah satunya pada 3 Agustus 2025, ketika Sungai Cibojong dan Rasamala meluap dan memicu banjir di Cidahu dan Cicurug.

The post Aktivis Cidahu Sukabumi Geruduk Gedung Sate, Tagih Janji Gubernur Atasi Perusakan Hutan Gunung Salak appeared first on Radar Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *