Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

Angka Pengangguran di Kota Sukabumi Tinggi, DPRD: Perlu Dievaluasi

×

Angka Pengangguran di Kota Sukabumi Tinggi, DPRD: Perlu Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda
Example 468x60

SUKABUMI — Sorotan terhadap arah pembangunan Kota Sukabumi kembali menguat. Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menilai persoalan mendasar seperti pengangguran dan kemiskinan masih belum tertangani optimal, meski perencanaan pembangunan terus digulirkan setiap tahun.

Hal itu disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Gedung Juang 45, Selasa (8/4/2026).

Example 300x600

Wawan menegaskan angka pengangguran di Kota Sukabumi yang berada di kisaran 8 persen menjadi sinyal serius yang tidak bisa diabaikan. Angka tersebut bahkan melampaui rata-rata tingkat pengangguran di Jawa Barat. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan arah pembangunan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Pengangguran masih tinggi, kemiskinan juga belum menunjukkan perbaikan signifikan. Artinya, ada yang perlu dievaluasi dalam arah kebijakan pembangunan kita,” ujarnya kepada Radar Sukabumi.

Ia menjelaskan, DPRD telah menyampaikan pokok-pokok pikiran hasil reses masyarakat. Dokumen tersebut disusun sesuai regulasi dan menjadi bagian penting dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2027. Wawan menekankan pentingnya sinkronisasi antara pendekatan top-down dari pemerintah dengan aspirasi bottom-up dari masyarakat.

“Perencanaan harus berbasis kebutuhan masyarakat. DPRD akan mengawal agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian DPRD, di antaranya penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM, perbaikan infrastruktur dasar, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan jaring pengaman sosial.

Persoalan infrastruktur, terutama kondisi jalan, disebutnya masih menjadi keluhan klasik masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi. Ia meminta hal tersebut menjadi prioritas bersama dalam pembangunan ke depan.

Namun demikian, Wawan mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari berdirinya bangunan megah atau proyek besar. “Pembangunan itu harus terasa sampai ke tingkat paling bawah. Bukan hanya terlihat dari luar, tapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Sumber: Radar Sukabumi The post Angka Pengangguran di Kota Sukabumi Tinggi, DPRD: Perlu Dievaluasi

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *