INILAHSUKABUMI.COM – Armada pengangkut sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi saat ini dirasa belum ideal. Dampaknya, di tengah tingginya volume sampah harian yang mencapai ratusan ton, pengangkutan sampah belum terlayani sacara maksimal.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, mengungkapkan bahwa produksi sampah di wilayah Sukabumi rata-rata mencapai 200 hingga 250 ton per hari. Mayoritas sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik dari aktivitas rumah tangga dan pasar.
Namun, jumlah armada pengangkut sampah yang tersedia saat ini dinilai belum memadai. Dari kebutuhan ideal sebanyak 200 unit kendaraan, DLH Kabupaten Sukabumi baru memiliki 52 unit armada aktif.
“Kondisi armada saat ini memang masih jauh dari ideal. Dengan volume sampah yang terus meningkat, tentu ini menjadi tantangan besar bagi kami dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Dede Jaenudin.
Baca Juga: Setelah Lebaran, Volume Sampah di TPA Cimenteng Sukabumi Capai 241 Ton Sehari
Keterbatasan armada berdampak langsung pada proses pengangkutan sampah dari sumber ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tidak semua sampah dapat terangkut setiap hari, sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan di sejumlah titik.
Selain itu, kondisi ini juga memengaruhi efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Beberapa wilayah harus menunggu lebih lama untuk jadwal pengangkutan karena keterbatasan kendaraan operasional.
DLH Kabupaten Sukabumi terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi persoalan ini, termasuk dengan mengusulkan penambahan armada serta optimalisasi sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kami berharap ke depan ada penambahan armada agar pelayanan pengangkutan sampah bisa lebih maksimal dan tidak terjadi penumpukan di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Armada Sampah di Sukabumi Jauh dari Ideal, Kebutuhan 200 Unit Baru Terpenuhi 52 Unit first appeared on Inilah Sukabumi.



















