Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

Bayu Risnandar: Tollgate Wisata Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu

×

Bayu Risnandar: Tollgate Wisata Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sumber: Radar Sukabumi

PALABUHANRATU — Rencana Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata untuk mengaktifkan kembali tollgate berbasis kawasan wisata menuai sorotan tajam dari tokoh masyarakat Palabuhanratu.

Example 300x600

Wacana yang digadang sebagai upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu dinilai berpotensi mengulang persoalan lama yang belum sepenuhnya tuntas. Sesepuh Palabuhanratu, Bayu Risnandar, menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah menata sektor pariwisata, namun mengingatkan agar kebijakan tidak gegabah dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat luas.

“Potensi wisata kita sangat besar dan layak menjadi penopang PAD. Tapi peningkatan pendapatan tidak boleh menjadi beban baru bagi masyarakat atau mengganggu aktivitas lain,” ujarnya.

Menurut Bayu, langkah strategis yang seharusnya ditempuh adalah pemetaan destinasi wisata secara komprehensif, serta penentuan sasaran wisatawan agar retribusi tepat sasaran. Ia menegaskan, sistem pemungutan retribusi yang efektif adalah dengan menempatkan loket di pintu masuk kawasan wisata, bukan di ruas jalan umum.

Lebih jauh, Bayu mengingatkan bahwa reaktivasi tollgate wisata berpotensi membuka kembali luka lama. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1980-an, kebijakan tollgate di ruas jalan Palabuhanratu kerap memicu persoalan klasik: kemacetan dan penolakan masyarakat. Puncak penolakan terjadi pada 2018, saat tollgate ditempatkan di Tenjoresmi. Gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat akhirnya membuat pemerintah mencabut kebijakan tersebut.

“Kalau sekarang ingin dihidupkan kembali di jalan umum, itu kebijakan yang ahistoris, tidak belajar dari masa lalu,” tegasnya.

Bayu menekankan, potensi pariwisata Sukabumi sejatinya sangat luas dan beragam. Dari wisata minat khusus, budaya, hingga olahraga ekstrem, daerah ini memiliki daya saing tinggi tanpa harus bergantung pada kebijakan yang berisiko. Konsep GURILAPS (Gunung, Rimba, Lautan, Pantai, Sungai) yang diperkenalkan sejak era Bupati H. Utang Muchtar masih relevan hingga kini.

“Potensi kita besar. Tinggal bagaimana mengelola dengan bijak dan tidak mengulang kesalahan yang sama,” pungkasnya.(ndi/d)

The post Bayu Risnandar: Tollgate Wisata Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu appeared first on Radar Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *