INILAHSUKABUMI.COM – Kondisi Bendungan Cikolawing di Kampung Leuwi Peti, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, semakin memprihatinkan setelah hampir setahun ambruk. Akibatnya, aliran air ke area persawahan terhenti, puluhan hektare sawah terancam gagal panen, dan selokan di sekitar lokasi mengeluarkan bau tak sedap.
Salah satu warga, Ujang Yusman (68), mengatakan bahwa aliran air sudah tidak berfungsi sejak setahun terakhir.
“Kerja bakti sudah sering, tapi perbaikan ini seharusnya dari pemerintah. Waktu itu sempat ada air, tapi tertimbun urugan tol, jadi makin tersendat,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Warga lainnya, Nanang Ponco (59), menuturkan bahwa kondisi selokan yang kering juga menimbulkan bau menyengat dan banyaknya nyamuk.
“Kalau malam, baunya menyengat sampai susah tidur. Anak-anak juga masih sering mandi di kali, saya khawatir kalau tiba-tiba air besar datang,” katanya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, meninjau langsung lokasi dan menilai kondisi saluran irigasi memerlukan perbaikan segera.
“Banyak saluran yang longsor dan butuh normalisasi. Kami sudah ajukan agar pembangunan bendungan ini masuk program tahun ini supaya bisa dimanfaatkan kembali oleh petani tahun depan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Cibadak, Mulyadi, yang ikut mendampingi kunjungan bersama unsur Forkopimcam, menyebut hanya sekitar 15 hektare lahan yang masih bisa diairi dari total 51 hektare sebelumnya.
“Banyak warga beralih ke lahan darat karena irigasinya rusak. Selain itu, bau dari selokan membuat lingkungan tidak nyaman dan berpotensi menimbulkan penyakit,” terangnya.
Mulyadi berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat segera merealisasikan perbaikan Bendungan Cikolawing dengan anggaran sekitar Rp200 juta.
“Nilainya memang tidak besar, tapi dampaknya sangat penting bagi pertanian dan kesehatan lingkungan,” pungkasnya. (*)
The post Bendungan Cikolawing Ambruk, Puluhan Hektare Sawah di Nagrak Terancam Gagal Panen first appeared on Inilah Sukabumi.



















