SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi tampil beda dalam gelaran Sukabumi Expo yang berlangsung di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, pada 25–28 September 2025. Berbeda dari dinas lain yang menonjolkan layanan atau produk unggulan, BPBD justru mengusung tema edukasi kebencanaan dengan fokus pada kesiapsiagaan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa kehadiran BPBD dalam expo ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya warga Palabuhanratu, tentang pentingnya kesiapan menghadapi potensi bencana. “Kalau dinas lain menampilkan pelayanan, kami hadir untuk mengedukasi. Kesiapsiagaan adalah tema utama kami,” ujar Deden, Selasa (30/9).
Dalam kesempatan tersebut, BPBD juga mensosialisasikan keberadaan Early Warning System (EWS) tsunami yang telah aktif di dua titik Palabuhanratu dan satu titik di Loji. Sistem ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana. “EWS sudah dicoba dan berjalan baik. Meski kita tidak berharap terjadi tsunami, sistem ini memastikan informasi peringatan bisa cepat tersampaikan,” jelasnya.
Sumber: Radar Sukabumi



















