Sumber: Radar Sukabumi
PALABUHANRATU – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kabupaten Sukabumi digelar di Balai Pangripta, Komplek Perkantoran Jajaway, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (1/4). Forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan pemerintah tidak boleh sekadar menyusun program di atas kertas.
“Perencanaan itu setengah dari keberhasilan. Jika perencanaan kita matang, maka tujuan pembangunan akan lebih mudah tercapai,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa RKPD 2027 merupakan turunan langsung dari RPJMD 2025–2029, sehingga seluruh program harus sejalan dengan visi besar pembangunan daerah.
“Tahun 2027 kita mengusung tema penguatan sektor unggulan melalui ekosistem dan regulasi pendukung. Artinya, setiap program harus menjawab isu strategis yang benar-benar dirasakan masyarakat hari ini,” ujarnya.
DPRD memainkan peran penting dalam menghimpun aspirasi masyarakat melalui reses, hearing, hingga pengawasan. Tercatat sebanyak 2.238 usulan kegiatan telah disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan RKPD 2027. Usulan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, hingga kebutuhan dasar masyarakat.
“Pokok-pokok pikiran DPRD ini adalah suara rakyat. Kami pastikan sudah diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah, RPJMD, serta isu strategis yang berkembang,” jelas Budi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus melibatkan legislatif, eksekutif, dan masyarakat.
The post Budi Azhar Mutawali: RKPD 2027 Bukan Sekadar Dokumen Administratif appeared first on Radar Sukabumi.

















