
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, sebanyak 148 peristiwa bencana tercatat melanda Kota Sukabumi. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,87 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem menjadi jenis bencana paling dominan dengan 63 kasus, disusul banjir (53 kasus), tanah longsor (19 kasus), kebakaran permukiman (10 kasus), dan angin puting beliung (3 kasus).
“Kerugian terbesar berasal dari cuaca ekstrem, mencapai Rp1,13 miliar,” ujar Novian, Senin (8/9).
Sebanyak 170 kepala keluarga atau 202 jiwa terdampak, dengan total 222 bangunan rusak—3 unit rusak berat, 17 rusak sedang, dan 202 rusak ringan. Kecamatan Warudoyong tercatat sebagai wilayah paling rawan dengan 32 kejadian, diikuti Baros (26), Cibeureum (22), Citamiang dan Lembursitu (masing-masing 18), Gunungpuyuh (17), dan Cikole (15).
Maret menjadi bulan dengan frekuensi bencana tertinggi, yakni 39 kasus, disusul Mei (37), April (23), dan Januari (22). Sementara Agustus mencatat 9 kejadian, mayoritas akibat cuaca ekstrem.
The post Cuaca Ekstrem dan Longsor Rugikan Sukabumi Rp1,8 Miliar, BPBD Perkuat Mitigasi appeared first on Radar Sukabumi.



















