BERITA SUKABUMI – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Sukabumi. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebagian atap rumah milik Yuni Nurani (57), warga Kampung Cikapek RT 02/RW 10, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, ambruk pada Kamis (25/10) sore.
Menanggapi laporan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi langsung menerjunkan sembilan personel ke lokasi untuk membantu proses pembersihan dan memastikan keselamatan penghuni rumah.
“Begitu menerima laporan, kami segera menurunkan tim ke lapangan. Prioritas utama adalah memastikan tidak ada korban dan membersihkan material bangunan yang menimpa area tempat tinggal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, Minggu (26/10).
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa ambruknya atap disebabkan oleh dua faktor: kondisi material yang sudah lapuk dan intensitas cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
“Sebagian atap sudah rapuh karena pelapukan. Ditambah angin kencang dan hujan deras, akhirnya tidak mampu menahan beban,” jelas Novian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama bagi rumah yang sudah tua atau memiliki struktur atap yang rentan.
Sumber: Radar Sukabumi The post Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi, Atap Rumah Warga Dayeuhluhur Ambruk appeared first on Radar Sukabumi.



















