Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Desa Warungkiara Jadi Sorotan, Realisasi PBB Baru 38,4 Persen

×

Desa Warungkiara Jadi Sorotan, Realisasi PBB Baru 38,4 Persen

Sebarkan artikel ini
Desa Warungkiara
Example 468x60

BERITA SUKABUMI – Realisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, hingga awal November 2025 baru mencapai 38,4 persen dari total target sebesar Rp161.690.508. Kondisi tersebut membuat desa ini menjadi desa yang paling rendah capaian PBB-nya di wilayah Kecamatan Warungkiara.

Camat Warungkiara melalui Kasi Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) Kecamatan Warungkiara, Sefri Setiawan, mengatakan pihaknya akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kebenaran data serta pelaksanaan pungutan pajak di tingkat desa.

Example 300x600

“Untuk Desa Warungkiara, kami akan melaksanakan sidak langsung guna melihat berapa realisasi sebenarnya yang sudah disetorkan ke kolektor desa atau ke bank. Jika ditemukan penyimpangan, tentu akan kami tindaklanjuti,” ujar Sefri kepada inilahsukabumi.com, Selasa (11/11/2025).

Menurut Sefri, keterlambatan pembayaran PBB di Desa Warungkiara sebagian besar disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum stabil.

“Banyak warga yang mengeluh karena kesulitan ekonomi, sehingga pembayaran pajak tertunda,” jelasnya.

Kendati demikian, Sefri tidak menutup kemungkinan adanya indikasi penggunaan sementara dana PBB oleh aparatur desa.

“Mungkin saja ada dana PBB yang sempat dipakai dulu oleh kepala dusun atau perangkat desa, tetapi jumlahnya tidak besar,” tambahnya.

Ia menegaskan, pihak kecamatan akan memprioritaskan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap desa dengan realisasi di bawah 50 persen, termasuk Desa Warungkiara.

“Kami akan pantau terus sampai jelas berapa yang benar-benar terealisasi sesuai hasil pungutan dari wajib pajak,” pungkasnya.

Selain Desa Warungkiara, lanjut Sefri masih ada tiga desa yang realisasi PBB-nya di bawah 50 persen. Ketiga desa itu adalah Warungkiara Desa Kertamukti sebesar 42,2 persen dari target Rp91.365.315, Desa Girijaya sebesar 48 persen dari target Rp109.189.583, dan Desa Ubrug sebesar 42 persen dari target Rp69.933.467.

“Yang di bawah 50 persen, akan menjadi atensi khusus kami. Semoga saja sebelum pergantian tahun, semua bisa meningkat angkanya,” tandasnya. (*)

The post Desa Warungkiara Jadi Sorotan, Realisasi PBB Baru 38,4 Persen first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *