SUKABUMI — Di tengah khidmatnya pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Alun-alun Palabuhanratu, Sabtu (21/3/2026), terselip pesan yang lebih dalam dari sekadar seremoni tahunan. Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa momen hari raya harus menjadi titik refleksi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah.
Alih-alih hanya menyoroti sisi spiritual, Bupati secara terbuka mengakui bahwa pembangunan di Sukabumi masih menyisakan pekerjaan rumah yang tidak sedikit, mulai dari kualitas pelayanan publik hingga pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan memang terus berjalan, tapi kita tidak boleh menutup mata. Masih ada ketimpangan yang harus diselesaikan bersama,” ujar Asep Japar.
Baca Juga: Creative Studio di Galaxy S26 Series Bikin Ucapan Lebaran Jadi Lebih Kreatif
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi bagaimana memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat bawah, terutama di wilayah pelosok.
Ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya dirasakan di pusat kota, tapi juga sampai ke desa-desa. UMKM harus terus didorong agar menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” tambahnya.
Baca Juga: Idul Fitri sebagai Manifestasi Restorative Justice dalam Perspektif KUHAP No. 20 Tahun 2025
Sorotan juga datang dari sisi pelayanan publik yang dinilai masih perlu peningkatan, baik dari segi akses, kualitas, maupun kecepatan pelayanan. Bupati menegaskan bahwa reformasi birokrasi menjadi bagian penting yang terus didorong pemerintah daerah.
Di sisi lain, Kabag Kesra Setda Kabupaten Sukabumi Andi Rahman mengungkapkan bahwa program Muhibah Ramadan yang digelar di 11 kecamatan bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan upaya konkret menyentuh langsung masyarakat.
“Kami tidak ingin kegiatan Ramadan hanya seremonial. Bantuan untuk duafa, anak yatim, hingga program rumah tidak layak huni adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah,” jelasnya.
Baca Juga: Jadwal Shalat Idul Fitri 2026, Masyarakat Diminta Datang Lebih Awal
Program tersebut juga menghadirkan bantuan sosial hingga hadiah umrah bagi para tokoh keagamaan, yang menurut Andi merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat dan para dermawan.
Namun demikian, ia mengakui masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi.
“Keterbatasan anggaran menjadi tantangan, tapi kami terus berupaya agar program-program ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Baca Juga: Camat Palabuhanratu Sampaikan Ucapan Idulfitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi
Momentum Idulfitri, lanjut Bupati, seharusnya menjadi ruang evaluasi bersama, bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat dalam menjaga kondusivitas dan memperkuat gotong royong.
“Kalau kita ingin Sukabumi maju, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada keterlibatan semua pihak,” tegasnya.
Dengan demikian, perayaan Idulfitri tahun ini tidak hanya menjadi simbol kemenangan spiritual, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di Kabupaten Sukabumi.
The post Di Balik Salat Idulfitri, Bupati Soroti PR Nyata: Pelayanan Publik hingga Ekonomi Rakyat di Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.



















