SUKABUMI – Di balik duka mendalam atas kematian tragis Nizam Syafei atau NS (12), muncul sebuah cerita menyentuh tentang hari-hari terakhir sang bocah dari Jampangkulon, Sukabumi ini sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Nizam, yang dikenal sebagai santri yang santun, ternyata sempat meninggalkan pesan tersirat bagi teman-teman seperjuangannya di pondok pesantren.
Dalam wawancara di kanal YouTube Denny Sumargo, Ayah NS Anwar dan H. Isep (kakek angkat NS) mengenang Nizam sebagai anak yang berkepribadian introvert dan sangat penyabar. Berbeda dengan anak seusianya, Nizam jarang mengeluh dan selalu menuruti nasihat orang tua.
Baca Juga: Muncul di Podcast Bang Densu, Ayah NS Ungkap Dugaan Anaknya Dipaksa Minum Air Panas
Di pondok pesantren, Nizam ternyata menjadi murid kesayangan para guru karena adabnya yang sangat baik.
“Dia itu murid kesayangan gurunya, bukan berarti guru tidak sayang yang lain, tapi memang adabnya luar biasa bagus,” kenang Anwar.
Fakta lain yang diungkap setelah kematian Nizam adalah adanya firasat yang Ia tinggalkan di pesantren sebelum ia dipulangkan. Nizam dilaporkan memberikan sebuah sarung kepada salah satu teman akrabnya di pondok.
Bukan sekadar memberi, Nizam secara spesifik menitipkan sarung tersebut sebagai sebuah kenang-kenangan.
“Dia nitip sarung, katanya buat kenang-kenangan. Seperti sudah ada firasat,” ungkap Isep menceritakan laporan dari pengurus pesantren.
Baca Juga: Kuasa Hukum TR Tekankan Asas Objektivitas, Minta Kasus NS (13) Tak Digiring Opini
Pemberian ini membuat para guru dan Pak Ustaz di pesantren menangis haru setelah mengetahui nasib tragis yang menimpa Nizam tak lama setelah meninggalkan pesantren.
Meski dikenal pendiam, Nizam ternyata menyimpan beban batin yang berat. Melalui informasi dari teman-temannya di pesantren, terungkap bahwa Nizam pernah mengadu bahwa dirinya merasa tidak aman di rumah. Kepada ibu dari temannya, Nizam sempat bercerita tentang kekerasan yang dialaminya.
“Dia sempat nangis mengadu ke temannya, katanya orang tuanya jahat, galak. Mungkin karena kedua orangtuanya sering bertengkat,” tutur H. Isep.
Baca Juga: Dokter Ungkap NS (12) Datang ke RS dalam Kondisi Gagal Napas Berat
Hal ini menjelaskan mengapa Nizam terlihat jauh lebih bahagia dan nyaman saat berada di lingkungan pesantren dibandingkan saat berada di rumah.
Lima hari sebelum insiden tragis itu terjadi, Anwar sempat menghabiskan waktu bersama Nizam di kebun. Saat itu, Nizam terlihat sehat dan ceria, bahkan sempat bercanda saat sang ayah menggoda rencana masa depannya.
Kini, sarung yang dititipkan di pesantren dan kenangan di kebun tersebut menjadi saksi bisu perjalanan hidup singkat seorang anak yang hingga akhir hayatnya tetap berusaha tidak merepotkan orang-orang di sekitarnya. Pihak keluarga berharap keadilan segera tegak agar Nizam bisa beristirahat dengan tenang.
The post Firasat Sebelum Wafat, NS Bocah Jampangkulon Titipkan Sarung ke Teman Pesantren first appeared on Sukabumi Ku.



















