Sukabuminow.com || Geri (17 th), seorang pelajar SMA di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, tak pernah menyangka niatnya membantu sang ayah justru berakhir tragis. Tubuhnya babak belur, tangan terikat, dan wajahnya penuh lebam setelah menjadi korban salah sasaran massa yang menuduhnya sebagai komplotan pencuri motor.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/8/25) pagi. Saat itu, Geri baru saja mengantarkan ayahnya ke Terminal Pajagan. Namun, dompet dan KTP sang ayah tertinggal di rumah. Sang ayah pun meminta Geri kembali ke rumah untuk mengambilnya dan mengantarkannya kembali ke terminal.
“Kejadiannya sekitar jam tiga atau empat pagi. Ayahnya mau berangkat kerja ke Pulau Seribu, tapi dompet dan KTP ketinggalan. Dia telepon istri dan minta anaknya mengantar,” tutur Elis Nurbaety, bibi korban, dengan suara bergetar, Sabtu (9/8/25).
Sekitar setengah jam kemudian, sang ayah menanyakan keberadaan Geri karena tak kunjung tiba. Namun, kabar yang datang justru memukul hati keluarga.
“Tidak lama, ada warga yang datang bilang Geri dipukuli massa di Kampung Tegal Lega,” kata Elis.
Dari cerita korban, tragedi bermula ketika ia melintas di depan sebuah rumah yang baru saja kemalingan motor. Pemilik rumah menduga Geri bagian dari pelaku. Massa yang terprovokasi langsung mengejar dengan mobil, meneriakinya, menghadang, lalu menurunkannya dari motor.
“Tangannya diikat, lalu dia diseret di jalan sampai ke depan masjid. Dia tidak tahu apa-apa, hanya kaget dan takut,” ujar Elis dengan mata berkaca-kaca.
Geri sendiri mengaku mengenali wajah beberapa orang yang memukulinya, namun tidak tahu nama mereka. Sehari-hari, ia dikenal sebagai anak yang pendiam dan sopan.
“Dia jarang keluar rumah, hanya pergi ke sekolah. Tidak pernah ada catatan buruk di sekolah sejak SMP,” kata Elis menegaskan.
Di hubungi terpisah, Kanit Jatanras Satreskrim Polres Sukabumi, Ipda MGS Irlansyah, membenarkan kejadian tersebut.
“Betul, kami sudah cek TKP dan membawa korban ke rumah sakit untuk visum. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya singkat.
Pihak kepolisian berjanji akan mengungkap para pelaku persekusi dan memastikan mereka bertanggung jawab. Sementara itu, keluarga berharap keadilan ditegakkan, agar tidak ada lagi nyawa dan masa depan anak muda yang hancur akibat tuduhan tanpa bukti.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
The post Geri, Remaja Baik yang Nyaris Kehilangan Nyawa Karena Salah Sasaran Massa appeared first on Sukabuminow.com.







