Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Ini Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru Ngaji di Cicantayan Sukabumi

×

Ini Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru Ngaji di Cicantayan Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Salah satu orang tua korban berinisial EY (55) saat memberikan keterangan kronologi awal terungkapnya kasus dugaan pelecehan seksual oknum guru ngaji di Cicantayan Sukabumi yang kini tengah didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pro Ummat. Foto: For INILAHSUKABUMI.COM

INILAHSUKABUMI.COM – Orang tua korban dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru ngaji di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya buka suara. Mereka mengungkap perubahan perilaku anak serta kronologi awal terungkapnya kasus yang kini tengah didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pro Ummat.

Example 300x600

Salah satu orang tua korban berinisial EY (55) mengatakan, ia mulai curiga setelah melihat perubahan sikap putrinya yang menjadi pendiam dan sering menangis tanpa alasan yang jelas. Perubahan tersebut terjadi setelah anaknya mengikuti kegiatan mengaji di pondok pesantren yang dipimpin oleh terduga pelaku.

“Anak saya sering melamun dan tiba-tiba menangis. Saya merasa ada sesuatu yang tidak biasa,” kata EY saat ditemui di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (25/02/2026).

Kecurigaan tersebut mendorong EY untuk memeriksa ponsel anaknya. Dari situ, ia menemukan percakapan yang mengarah pada dugaan perlakuan tidak pantas yang dialami putrinya. EY kemudian menghubungi beberapa teman anaknya untuk memastikan informasi tersebut.

“Saya berbicara dengan beberapa temannya secara baik-baik. Dari situ diketahui bahwa bukan hanya anak saya yang mengalami dugaan perlakuan tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelusuran keluarga dan pendamping hukum, sedikitnya enam santriwati diduga menjadi korban dalam kasus ini. Para korban diketahui merupakan santri kalong atau santri yang tidak tinggal di lingkungan pondok pesantren.

Baca Juga: Memalukan! Oknum Guru Ngaji di Cicantayan Sukabumi Lecehkan Enam Santriwati

EY menjelaskan, para korban diduga berada dalam posisi sulit untuk menolak karena menghormati terduga pelaku sebagai guru agama. Selain itu, korban juga diduga mendapatkan penjelasan yang membuat mereka merasa harus mengikuti arahan tersebut.

“Anak-anak itu merasa bingung dan takut. Mereka tidak berani bercerita karena khawatir dan merasa tertekan,” imbuh EY.

Selain dugaan peristiwa yang terjadi di lingkungan pesantren, EY juga mengaku mendapat informasi dari korban terkait dugaan kejadian di luar lingkungan pesantren. Namun, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

EY juga mengungkapkan bahwa keluarga korban sempat didatangi pihak tertentu yang menawarkan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, keluarga korban menolak tawaran tersebut dan memilih menempuh jalur hukum.

“Ada yang datang menawarkan penyelesaian, tetapi kami ingin masalah ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” akunya.

Saat ini, LBH Pro Ummat telah memberikan pendampingan hukum kepada para korban dan keluarga. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis.

Kasus dugaan pelecehan seksual di Cicantayan Sukabumi ini rencananya akan dilaporkan secara resmi ke Polres Sukabumi di Pelabuhanratu, sesuai dengan wilayah hukum lokasi kejadian. Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan perlindungan kepada korban.

“Kami berharap ada keadilan dan perlindungan bagi anak-anak kami,” pungkas EY. (*)

Redaktur: Rendi Rustandi

The post Ini Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru Ngaji di Cicantayan Sukabumi first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *