Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Ini Link Akses Gratis, Buku Panduan Ayam Petelur Cage-Free Pertama Terbit di Indonesia

×

Ini Link Akses Gratis, Buku Panduan Ayam Petelur Cage-Free Pertama Terbit di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA — Meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk pangan yang lebih etis dan berkelanjutan mendorong Indonesia menghadirkan panduan budi daya ayam petelur sistem cage-free skala komersial.

Buku berjudul “Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia” resmi diterbitkan pada 1 Desember 2025. Buku ini ditulis oleh Sandi Dwiyanto dan Mutzu Huang dari Lever Foundation, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pertanian, akademisi, asosiasi, perusahaan integrasi hingga peternak.

Example 300x600

Penerbitan panduan ini tidak lepas dari tren global, di mana lebih dari 2.300 perusahaan pangan telah berkomitmen menggunakan 100 persen telur cage-free, termasuk SuperIndo, Swiss-Belhotel, dan Ismaya Group.

Sandi Dwiyanto menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan terhadap produk yang lebih etis, aman, dan berkelanjutan menjadi latar belakang utama penyusunan buku tersebut.

“Melalui buku ini, kami ingin memberikan panduan yang tidak hanya mencakup konsep teknis, tetapi juga pengalaman lapangan, analisis ekonomi, serta praktik manajemen yang telah diterapkan di Indonesia maupun negara lain,” ujarnya.

Menurutnya, panduan ini dirancang untuk membantu pelaku industri memahami sistem produksi cage-free berbasis volume secara efisien.

Dorongan perubahan juga diperkuat oleh terbitnya Permentan Nomor 32 Tahun 2025 tentang Kesejahteraan Hewan, yang menjadi regulasi pertama di Indonesia dalam bidang tersebut.

Prof Ali Agus menegaskan bahwa perubahan menuju sistem yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan merupakan hal yang tidak terhindarkan.

Ia menyebut negara-negara seperti Eropa, Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga beberapa negara ASEAN telah lebih dulu meninggalkan sistem battery cage.

“Indonesia perlu memposisikan diri sebagai bagian dari transformasi ini, bukan sekadar mengikuti,” tulisnya.

Berdasarkan survei Lever Foundation bersama GMO Research pada Juli 2025, sebanyak 72 persen konsumen menilai perusahaan seharusnya menggunakan telur cage-free, sementara 55 persen menyatakan lebih memilih produk dengan sistem tersebut.

Buku ini diterbitkan oleh Pertanian Press dan dapat diakses secara gratis secara daring di link ini.

Kehadirannya diharapkan menjadi referensi strategis bagi pelaku industri dalam menghadapi dinamika pasar global.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *