Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

Ini Penyebab Cuaca Panas Ekstrem, Suhu Capai 37,6°C di Sejumlah Wilayah

×

Ini Penyebab Cuaca Panas Ekstrem, Suhu Capai 37,6°C di Sejumlah Wilayah

Sebarkan artikel ini
Cuaca
Example 468x60

SUKABUMI – Cuaca panas ekstrem melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir, dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini sebagai dampak dari gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa pada bulan Oktober, posisi gerak semu matahari berada di selatan ekuator, menyebabkan wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan—termasuk Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua—menerima penyinaran matahari lebih intens. Minimnya pembentukan awan membuat radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi, sehingga suhu terasa lebih panas.

Example 300x600

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa suhu maksimum di atas 35°C tercatat meluas di berbagai wilayah. Pada 12 Oktober, suhu tertinggi mencapai 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Sabu Barat (NTT) mencatat 36,6°C pada 13 Oktober, dan pada 14 Oktober, suhu kembali meningkat di sejumlah daerah, termasuk Majalengka dan Boven Digoel (Papua) yang mencapai 37,6°C.

“Kondisi ini menunjukkan cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” ujar Andri.

Meski suhu tinggi mendominasi, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari di beberapa wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua. BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi asupan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama pada siang hari.

Guswanto juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak, seperti hujan disertai petir dan angin kencang.

BMKG mengajak masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini melalui situs resmi bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, atau aplikasi Info BMKG, guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari.(*)

Sumber: Radar Sukabumi

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *