Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

Inovasi Sopir Angkot di Sukabumi: Gas Elpiji Gantikan Bensin

×

Inovasi Sopir Angkot di Sukabumi: Gas Elpiji Gantikan Bensin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI – Di tengah deru mesin dan kepulan asap knalpot di jalanan Sukabumi, sebuah angkutan kota (angkot) trayek 01 jurusan Terminal Sukaraja–Kota Sukabumi mencuri perhatian publik. Bukan karena tampilan eksterior, melainkan karena isi mesinnya yang tak lazim.

Example 300x600

Sopir angkot bernomor polisi F 1970 OP, Hendra Irawan (53), nekat beralih dari bensin ke gas elpiji melon 3 kilogram sebagai sumber tenaga kendaraannya. Inovasi ini mendadak viral di media sosial, bukan sekadar ajang pamer kreativitas, melainkan strategi bertahan hidup di tengah biaya operasional yang kian tinggi.

Hendra, yang sudah 25 tahun mengemudi angkot, mengaku keputusan ini berawal dari pengalaman rekan sejawat. Setelah mencoba, hasilnya cukup mengejutkan: ia mampu memangkas biaya operasional harian hingga Rp40–50 ribu. Dalam sehari, ia rata-rata menghabiskan dua tabung gas untuk rute kesehariannya.

“Awalnya ikut teman saja. Setelah saya tanya-tanya soal keluhan dan kendalanya, akhirnya saya pasang juga,” kata Hendra, Senin (13/04/2026).

Sebagai perbandingan, satu tabung elpiji seharga Rp19 ribu mampu mengantar angkotnya hingga empat kali perjalanan (rit). Jika menggunakan bensin, biaya untuk empat rit bisa mencapai Rp50 ribu. Kini, dengan Rp38 ribu untuk dua tabung gas, ia bisa menekan pengeluaran jauh lebih rendah dibanding Rp90 ribu untuk 9 liter bensin.

Meski terdengar ekstrem, Hendra menegaskan teknis mesin tidak mengalami perubahan besar. Selama tujuh bulan pemakaian, mesin tetap standar tanpa servis tambahan. Ia bahkan menilai pembakaran gas lebih bersih dibanding BBM.

“Karburator aman. Pembakaran juga bagus, busi tidak cepat kotor seperti sebelumnya,” jelasnya.

Namun, ia tidak menampik adanya kekurangan. Tenaga kendaraan sedikit berkurang saat menanjak, tetapi ia punya solusi praktis: langsung beralih ke bensin dengan mencabut selang.

Fenomena ini memang membantu Hendra secara ekonomi, tetapi tetap menyisakan diskusi publik mengenai standar keamanan dan legalitas penggunaan gas subsidi untuk kendaraan umum. Untuk menjaga pengeluaran tetap rendah, ia rutin membeli gas langsung dari agen.

“Yang penting kendaraan tetap jalan dan ada sisa (uang). Sekarang terasa lebih ringan di biaya,” pungkasnya.(den/d)

The post Inovasi Sopir Angkot di Sukabumi: Gas Elpiji Gantikan Bensin appeared first on Radar Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *