INILAHSUKABUMI.COM – Warga Kampung Pamuruyan, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, berencana mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna menuntut dibuatkan akses jalan menuju Masjid Alhuda yang kini tertutup proyek perbaikan Jembatan Pamuruya.
Pantauan di lokasi, posisi Masjid Alhuda kini berada di bawah jalan utama dan juga jembatan Pamuruyan. Akses jalan yang sebelumnya ada, kini hilang setelah adanya proyek perawatan jembatan. Kondisi ini tentunya menyulitkan warga untuk menjalankan ibadah di masjid, terutama pada bulan suci Ramadan yang tidak akan lama lagi.
“Sekarang mau ke masjid jadi susah. Jalannya tidak ada lagi sejak perawatan Jembatan Pamuruyan,” keluh salah seorang warga, yang namanya enggan disebutkan, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Alhuda, Umar Bahri, membenarkan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa tertutupnya akses jalan sangat mengganggu kenyamanan jamaah, khususnya lansia dan anak-anak.
Baca Juga: Habiskan Anggaran Rp18,4 Miliar, Empat Tahun Jembatan Pamuruyan Masih Mangkrak
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Silahkan proyek ini berjalan, tapi akses jalan ke masjid juga penting, bukan sekadar fasilitas umum biasa. Apalagi ini mau masuk Ramadan,” ungkap Umar Bahri kepada inilahsukabumi.com.
Umar mengaku, pihaknya bersama pengurus DKM lainnya sepakat untuk menghadap langsung ke Kementerian PUPR guna menyampaikan aspirasi warga dan meminta solusi konkret atas kondisi ini.
“Saya bersama rekan-rekan DKM akan menghadap langsung ke Kementerian PUPR. Kami ingin ada solusi. Jamaah butuh akses yang nyaman agar bisa ke majsid,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada reson dari pihak Kementerian PUPR yang melaksanakan proyek perbaikan Jembata Pamuruyan ini. (*)
Reporter: Idam
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Jalan ke Masjid Terganggu Gegara Proyek Jembatan, Warga Pamuruyan Akan Datangi PUPR first appeared on Inilah Sukabumi.



















