INILAHSUKABUMI.COM – Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap 9 Februari berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pers Indonesia sekaligus penghargaan atas peran pers dalam perjuangan bangsa dan pembangunan demokrasi.
Sejarah pers di Indonesia bermula pada masa Hindia Belanda. Berdasarkan catatan Museum Pendidikan Nasional, keinginan menerbitkan surat kabar telah muncul sejak era VOC, namun kerap dihambat. Perubahan terjadi pada 7 Agustus 1744 saat surat kabar berbahasa Belanda pertama, Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen, resmi terbit di Batavia.
Pada 1829, Javasche Courant menggantikan Bataviasche Courant dan terbit tiga kali seminggu dengan memuat pengumuman, peraturan, serta keputusan resmi pemerintah kolonial. Tonggak penting pers nasional kemudian lahir pada 1907 melalui terbitnya Medan Prijaji di Bandung yang dikelola Tirto Adhi Soerjo dan dikenal sebagai pelopor pers pribumi.
Saat pendudukan Jepang pada 1942, pers mengalami perubahan besar dan dijadikan alat propaganda. Sejumlah surat kabar diterbitkan, di antaranya Jawa Shinbun, Sumatra Shinbun, Celebes Shinbun, Boernoe Shinbun, dan Ceram Shinbun. Meski demikian, perkembangan pers nasional terus berlanjut dengan berdirinya Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara pada 13 Desember 1937, Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 1945, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946.
Pasca kemerdekaan, pers menghadapi berbagai tantangan, terutama pada masa Orde Lama dan Orde Baru, termasuk pembatasan kebebasan pers. Namun, semangat jurnalis untuk menyampaikan informasi dan mengawal kepentingan publik tetap terjaga.
Reformasi 1998 membawa perubahan besar bagi dunia pers melalui regulasi yang menjamin kebebasan berekspresi dan independensi media. Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari kini menjadi momentum refleksi atas peran pers dalam memperkuat demokrasi, menyebarkan informasi yang akurat, serta mengawasi jalannya pemerintahan. (*)
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Jejak Panjang Sejarah Pers Indonesia first appeared on Inilah Sukabumi.



















