Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Kemenhaj Sukabumi Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Tertahan di Tanah Suci

×

Kemenhaj Sukabumi Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Tertahan di Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan saat diwawancara inilahsukabumi.com, Jumat (12/3/2026). Foto: KARIMULLAH//INILAHSUKABUMI.COM

INILAHSUKABUMI.COM – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, memastikan hingga saat ini tidak ada jemaah umrah asal Kabupaten Sukabumi yang tertahan di Tanah Suci akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Jumat (13/3/2026).

Example 300x600

Abdul Manan mengatakan kepastian itu diperoleh setelah pihaknya menerima informasi dari sejumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau travel di Sukabumi. Hingga kini, pihak kantor juga belum menerima laporan dari keluarga maupun jemaah terkait kendala keberangkatan atau kepulangan dari Arab Saudi.

“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada jemaah umrah asal Sukabumi yang tertahan di Tanah Suci karena konflik Timur Tengah. Kami juga belum menerima laporan adanya penundaan atau penahanan jemaah umrah,” ujar Abdul Manan.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak travel, kasus jemaah yang mengalami kendala perjalanan umumnya terjadi pada penerbangan dengan sistem transit di negara tertentu. Kondisi itu berkaitan dengan penyesuaian rute dan jadwal penerbangan yang dilakukan sejumlah maskapai akibat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Antre Haji 26 Tahun, 140 Jamaah Memilih Ibadah Umrah

Menurutnya, jemaah yang menggunakan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi relatif lebih aman dari risiko penundaan perjalanan. Beberapa maskapai yang biasanya melayani penerbangan langsung antara lain Saudi Airlines, Garuda Indonesia, dan Lion Air.

Selain itu, situasi geopolitik di Timur Tengah juga membuat sebagian calon jemaah yang berencana berangkat pada bulan Syawal masih mempertimbangkan keberangkatan, terutama jika menggunakan penerbangan transit. Sebagian calon jemaah memilih menunggu perkembangan situasi sebelum memastikan jadwal perjalanan.

Abdul Manan menambahkan, dalam paket perjalanan umrah biasanya maskapai yang digunakan saat keberangkatan juga digunakan saat kepulangan. Jika berangkat menggunakan penerbangan langsung, maka kepulangan juga melalui rute yang sama, begitu pula jika menggunakan penerbangan transit.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, pemerintah masih mengkaji sejumlah skema keberangkatan menyusul perkembangan situasi di Timur Tengah. Pemerintah bersama DPR RI mempertimbangkan berbagai opsi rute penerbangan yang dinilai lebih aman bagi jemaah haji Indonesia.

Salah satu opsi yang dibahas adalah kemungkinan perubahan jalur penerbangan, termasuk melalui wilayah Afrika, jika kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah memerlukan penyesuaian rute perjalanan.

“Kalau ada penambahan biaya operasional akibat perubahan rute, DPR sudah menyampaikan agar biaya tambahan tidak dibebankan kepada jemaah. Semua opsi masih dikaji sambil melihat perkembangan situasi di Timur Tengah,” pungkas Abdul Manan. (*)

Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi

The post Kemenhaj Sukabumi Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Tertahan di Tanah Suci first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *