Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Utama

Marak Kasus Asusila, Tiga Tokoh Pers Sukabumi Serukan Etika Jurnalistik dalam Pemberitaan

×

Marak Kasus Asusila, Tiga Tokoh Pers Sukabumi Serukan Etika Jurnalistik dalam Pemberitaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUKABUMI — Meningkatnya kasus asusila di wilayah Sukabumi menjadi perhatian kalangan organisasi pers. Tiga pimpinan organisasi wartawan di Sukabumi Raya mengingatkan para jurnalis agar tetap memegang teguh etika jurnalistik saat memberitakan kasus-kasus sensitif tersebut.

Example 300x600

Seruan tersebut disampaikan oleh Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, Eman Sulaeman, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi, serta Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani.

Ketiganya menekankan pentingnya penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) dalam setiap pemberitaan, terutama yang berkaitan dengan kejahatan asusila.

Baca Juga: Polres Sukabumi Kerahkan 750 Personel Pantau Arus Mudik hingga Wisata Pantai

Eman Sulaeman mengatakan, maraknya kasus asusila yang terjadi belakangan ini harus disikapi secara bijak oleh para jurnalis agar pemberitaan tidak justru merugikan korban.

Ia mengingatkan agar wartawan tidak mengabaikan etika jurnalistik hanya demi mengejar kecepatan publikasi berita.

“Kawan-kawan jurnalis, menyikapi maraknya insiden asusila yang sangat meresahkan ini, saya ingatkan dengan tegas agar kembali memegang teguh KEJ dan PPRA dalam setiap pemberitaan,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: THR PPPK Paruh Waktu di Kota Sukabumi Dipastikan Cair

Menurutnya, salah satu prinsip penting dalam Kode Etik Jurnalistik adalah larangan mengungkap identitas korban kejahatan susila. Ketentuan tersebut berlaku tanpa memandang usia korban.

Selain itu, jurnalis juga diminta berhati-hati ketika memberitakan kasus yang melibatkan anak di bawah usia 18 tahun, baik sebagai korban, saksi maupun pelaku. Identitas mereka harus sepenuhnya dirahasiakan.

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi, menegaskan bahwa profesionalisme wartawan benar-benar diuji dalam pemberitaan kasus sensitif seperti kejahatan asusila.

Baca Juga: BSM Gelar Bakti Sosial, Santuni Anak Yatim dan Lansia di Surade

Ia mengingatkan agar media tidak sampai menimbulkan dampak buruk bagi korban akibat pemberitaan yang tidak memperhatikan etika.

“Jangan sampai berita yang kita buat justru membunuh masa depan korban untuk kedua kalinya. Karena itu KEJ dan PPRA harus menjadi pedoman utama,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani, menambahkan bahwa kecepatan dalam menyajikan informasi tidak boleh mengorbankan akurasi maupun perlindungan terhadap pihak yang rentan.

Menurutnya, jurnalis harus benar-benar cermat dalam menuliskan identitas pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah kasus.

Baca Juga: Malam Tafarukan Ramadan, Dua Santri Ponpes Al-Mubayyidliyyah Dapat Hadiah Umrah

“Kita tidak ingin jurnalis terjebak pada sensasionalisme yang berpotensi melanggar hukum. Setiap detail identitas harus diperhatikan agar tidak merugikan pihak yang seharusnya dilindungi, terutama anak-anak,” ujarnya.

Selain itu, para tokoh pers tersebut juga mengingatkan agar wartawan tetap menerapkan asas praduga tak bersalah ketika menyebutkan pihak yang diduga sebagai pelaku.

Dalam beberapa kasus tertentu seperti inses atau kekerasan seksual dalam lingkup keluarga, penyebutan identitas pelaku juga harus dipertimbangkan secara hati-hati.

Pasalnya, pengungkapan identitas pelaku yang merupakan anggota keluarga dekat berpotensi membuka identitas korban secara tidak langsung.

Melalui imbauan tersebut, organisasi pers di Sukabumi berharap para jurnalis tetap menjaga profesionalisme serta menjunjung tinggi etika dalam setiap pemberitaan, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat sekaligus menghormati martabat korban.

The post Marak Kasus Asusila, Tiga Tokoh Pers Sukabumi Serukan Etika Jurnalistik dalam Pemberitaan first appeared on Sukabumi Ku.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *