Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Kondisi zebra cross di sejumlah ruas jalan Kota Sukabumi mulai memprihatinkan. Marka penyeberangan yang seharusnya menjadi penanda aman bagi pejalan kaki kini tampak memudar, bahkan nyaris tak terlihat di beberapa titik, baik di jalan milik pemerintah daerah maupun jalan nasional.
Situasi ini menimbulkan keresahan warga, terutama mereka yang setiap hari harus melintasi jalan dengan lalu lintas padat. Di Perempatan Degung, Kecamatan Gunungpuyuh, misalnya, zebra cross sudah tidak jelas terlihat. Cat putih yang dulu mencolok kini menyatu dengan warna aspal kusam.
Yuyu Yunarsih (46), warga Gunungpuyuh, mengaku was-was setiap kali menyebrang. “Sekarang mah sudah hampir tidak kelihatan garisnya. Jadi takut juga kalau nyebrang, kendaraan suka tetap melaju karena mungkin tidak tahu ini tempat penyeberangan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan pengecatan ulang agar keselamatan pejalan kaki lebih terjamin, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Keluhan serupa disampaikan Yudi Erawan (26), warga Citamiang. Ia menilai kondisi zebra cross yang memudar mencerminkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas keselamatan dasar di jalan raya. “Kalau marka jalan seperti zebra cross saja tidak terawat, ini bisa berbahaya. Apalagi di jalan yang ramai, pengendara jadi tidak punya patokan untuk mengurangi kecepatan,” katanya.
The post Marka Jalan di Degung Sukabumi Tak Terawat, Pejalan Kaki Terancam! appeared first on Radar Sukabumi.







