INILAHSUKABUMI.COM – Di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kisah perubahan hidup itu tumbuh dari dalam rumah yang sangat sederhana. Lastri Sulastri, warga Kampung Cikuya RT 01 RW 11, pernah tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Namun hari ini, ia dikenal sebagai konten kreator yang sukses dan telah termonetisasi di platform digital.
Perjalanan Lastri tidak berlangsung instan. Ia memulai semuanya dari telepon genggam sederhana, kuota internet yang terbatas, serta keberanian untuk mencoba sesuatu yang belum pernah ia tekuni sebelumnya. Di tengah keterbatasan itu, ia melihat peluang di dunia digital yang terus berkembang.
“Awalnya saya hanya iseng membuat video tentang keseharian di kampung. Saya tidak menyangka responsnya begitu baik. Dari situ saya mulai belajar lebih serius tentang dunia konten,” ujar Lastri.
Konten yang ia produksi mengangkat cerita kehidupan masyarakat desa dengan sentuhan drama dan komedi yang dekat dengan realitas. Gaya penyampaiannya yang jujur, hangat, dan apa adanya membuat videonya cepat menarik perhatian warganet. Dalam waktu relatif singkat, kanal digitalnya berkembang hingga berhasil dimonetisasi dan menghasilkan pendapatan mandiri.
Menariknya, proses kreatif itu tidak ia jalani sendiri. Keluarga menjadi bagian penting dalam setiap produksi. Ruang tamu rumahnya disulap menjadi lokasi syuting sederhana, sementara anggota keluarga bergantian menjadi pemeran dalam berbagai adegan.
“Kami membuat konten bersama keluarga. Suasananya santai dan penuh tawa. Justru kebersamaan itu yang membuat konten terasa natural dan disukai banyak orang,” tuturnya.
Baca Juga: Kisah Pendamping PKH Asal Cibadak Sukabumi, Jadi Tempat Curhat hingga Sasaran Emosi KPM
Kesuksesan Lastri juga tidak terlepas dari dukungan pendamping sosial PKH. Ia menyebut sosok pendamping sebagai salah satu penyemangat terbesar dalam proses transformasinya menuju kemandirian.
“Terima kasih kepada pendamping PKH, Bapak Asep Purnawan, yang tidak pernah lelah menyemangati saya. Dari yang awalnya ragu dan khawatir bantuan sosial hilang, sampai akhirnya berani graduasi dan menekuni dunia digital sebagai konten kreator. Dukungan itu sangat berarti hingga saya bisa berada di titik ini,” ungkapnya.
Saat penghasilannya mulai stabil dan meningkat, Lastri mengambil keputusan penting. Ia secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan bantuan sosial agar kuota bantuan dapat dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
“Saya merasa sudah mampu mandiri. Bantuan itu lebih baik diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Bagi saya, PKH adalah batu loncatan, bukan untuk selamanya,” tegasnya.
Keputusan tersebut menuai apresiasi dari berbagai pihak. Kisah Lastri menjadi bukti bahwa program bantuan sosial pemerintah dapat menjadi pemicu perubahan jika dimanfaatkan dengan tekad dan kemauan kuat untuk berkembang.
Kini, selain fokus memperluas jangkauan kontennya, Lastri ingin menginspirasi generasi muda di desa agar berani memanfaatkan peluang ekonomi kreatif di era digital.
“Jangan takut mencoba. Dari desa pun kita bisa berkarya dan menghasilkan. Yang penting konsisten dan mau belajar,” pungkasnya. (*)
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Melihat Perjuangan Lastri Asal Sukabumi, Penerima PKH yang Sukses jadi Konten Kreator first appeared on Inilah Sukabumi.



















