INILAHSUKABUMI.COM – Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan masyarakat. Salah satu warga, Akhmad Taufik, mempertanyakan kesesuaian antara nilai anggaran makanan dengan menu yang diterima masing-masing siswa di sekolah.
Sorotan itu muncul setelah Akhmad Taufik melihat langsung menu MBG yang dibagikan kepada siswa. Dalam dokumentasi yang beredar, makanan dikemas dalam plastik berisi beberapa jenis makanan ringan.
Menurut Akhmad Taufik, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Namun, ia menilai pelaksanaan di lapangan harus diawasi secara ketat agar kualitas makanan sesuai dengan nilai anggaran yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Pegawai MBG di Sukabumi Diciduk Polisi
“Kita bukan tidak bersyukur dengan adanya program MBG. Ini program yang sangat baik. Namun, harapan itu bisa sirna jika pengawasan tidak dilakukan secara berkala. Coba hitung sendiri, apakah menu tersebut sesuai dengan nilai Rp10.000 atau Rp6.000 per porsi,” ujar Akhmad Taufik saat menghubungi inilahsukabumi.com, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan, pengawasan menjadi faktor penting agar program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi siswa. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan kualitas makanan, kata dia, harus menjadi prioritas utama.
Akhmad Taufik juga mengingatkan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Program ini sangat baik, bertujuan menciptakan generasi sehat dan cerdas. Karena itu, pengawasan harus diperketat agar kualitas makanan sesuai dengan tujuan program dan nilai anggaran yang telah ditentukan,” pungkasnya. (*)
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Menu MBG di SDN Ubrug Warungkiara Disoal Warga, Singgung Harga Perporsi first appeared on Inilah Sukabumi.



















