Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi mulai menuai hasil dari program budidaya ayam petelur yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pembinaan warga binaan. Ratusan telur ayam berhasil dipanen dalam kegiatan terbaru, menandai keberhasilan model pembinaan berbasis keterampilan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, mengatakan bahwa warga binaan dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses pemeliharaan ayam, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga panen telur. Menurutnya, keterlibatan langsung ini menjadi media pembelajaran sekaligus pembentukan karakter. “Kami ingin menanamkan nilai kerja keras dan keterampilan yang bisa menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Budi, Rabu (30/7).
Program budidaya ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya poin tentang ketahanan pangan, serta mendukung arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Inisiatif ini juga selaras dengan 21 Perintah Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, dan penguatan pembinaan dari Kantor Wilayah.
Telur yang dihasilkan tak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal Lapas, tetapi juga berpotensi dipasarkan ke masyarakat luas. “Kami menjadikan Lapas Sukabumi sebagai tempat pembinaan yang produktif, bukan sekadar tempat hukuman,” jelas Budi.
Lebih dari sekadar urusan pangan, program ini juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang penting. Para warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga dilatih membangun etos kerja, tanggung jawab, dan kesiapan berwirausaha.
The post Panen Telur Ayam, Lapas Sukabumi Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan appeared first on Radar Sukabumi.



















