INILAHSUKABUMI.COM – Warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menduga aktivitas penggundulan lahan perkebunan karet di atas permukiman menjadi penyebab utama bencana pergerakan tanah yang terjadi pada Senin (2/3/2026). Dugaan ini muncul setelah kawasan yang sebelumnya ditumbuhi pepohonan karet diratakan, sehingga memicu aliran air hujan langsung ke permukiman warga dan meningkatkan risiko pergerakan tanah.
Salah seorang warga, Alisa, mengatakan bahwa selama puluhan tahun tinggal di Kampung Cijambe, tidak pernah terjadi pergerakan tanah sebelum adanya aktivitas pembukaan lahan pada 2025. Ia menjelaskan, keberadaan pepohonan karet sebelumnya berfungsi menahan air dan menjaga kestabilan tanah. Namun setelah lahan digunduli dan diratakan, air hujan mengalir deras ke bawah tanpa hambatan, sehingga meningkatkan tekanan pada struktur tanah di sekitar permukiman.
“Dulu di atas masih banyak pohon karet. Sekarang sudah habis ditebang. Sejak diratakan, setiap hujan besar air langsung turun ke permukiman,” kata Alisa.
Baca Juga: Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi Meluas, Warga Satu RT Dievakuasi
Ia menambahkan, proses penggundulan lahan dilakukan menggunakan alat berat, seperti ekskavator dan buldoser, serta mesin pemotong kayu. Aktivitas itu berlangsung dalam waktu cukup lama dan menyebabkan perubahan signifikan pada kondisi lingkungan di atas permukiman warga.
“Kami sempat menyampaikan protes kepada pemerintah desa saat aktivitas pembukaan lahan berlangsung pada 2025. Namun, aspirasi warga tidak mendapatkan tindak lanjut yang jelas. Warga khawatir dampak lingkungan dari penggundulan lahan dapat memicu bencana, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi, Ini Dugaan Penyebabnya Menurut Warga first appeared on Inilah Sukabumi.



















