Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi Meluas, Warga Satu RT Dievakuasi

×

Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi Meluas, Warga Satu RT Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Petugas gabungan dari pemerintah desa, BPBD, dan aparat setempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (28/2/2026). Foto: Karimullah/INILAHSUKABUMI.COM

INILAHSUKABUMI.COM – Bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, semakin meluas dan memaksa warga satu rukun tetangga (RT) dievakuasi demi keselamatan. Jumlah rumah terdampak terus bertambah sejak pertama kali terpantau, dengan puluhan rumah kini dinyatakan tidak layak huni.

Example 300x600

Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, mengatakan pergerakan tanah masih terjadi secara bertahap dan berdampak pada semakin luasnya area permukiman warga. Kondisi ini dinilai berbahaya karena berpotensi memicu kerusakan bangunan yang lebih parah.

“Awalnya hanya lima rumah yang terdampak. Setelah saya tinjau setiap hari, pergerakan tanah terus terjadi hingga sekarang hampir 15 rumah sudah tidak layak dihuni. Bahkan satu RT terpaksa kami kosongkan karena khawatir ada pergerakan susulan,” ujar Uus, Sabtu (28/2/2026).

Dalam satu RT yang dievakuasi, tercatat sekitar 60 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, lebih dari 25 rumah terdampak langsung, sementara rumah lainnya mulai mengalami retakan pada bagian dinding dan lantai. Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan lama, tetapi juga rumah yang masih tergolong baru.

“Rumah yang bagus pun sekarang ikut terdampak. Kalau dulu hanya retak kecil, sekarang kondisinya lebih parah,” katanya.

Dampak pergerakan tanah juga dirasakan oleh sebuah pondok pesantren di wilayah terdampak. Aktivitas sekitar 20 santri dan santriwati terpaksa dihentikan sementara dan dipindahkan ke rumah kerabat pimpinan pondok pesantren guna menghindari risiko yang lebih besar.

Baca Juga: 25 Rumah Rusak Berat di Bantargadung Sukabumi, Puluhan Warga Mengungsi

“Majelisnya sudah retak-retak. Untuk sementara para santri kami ungsikan dulu ke rumah saudara pimpinan pondok. Hari ini juga saya minta agar pondok pesantren dikosongkan dulu karena takut ada pergerakan tanah susulan,” jelas Uus.

Sebagai langkah tanggap darurat, pemerintah desa bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi telah mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi terdampak. Namun, sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.

“Besok kami akan data kembali berapa keluarga yang akan tinggal di tenda darurat,” ujarnya.

Pemerintah desa menduga pergerakan tanah dipicu oleh kondisi lahan gundul di bagian atas permukiman warga yang tidak memiliki sistem resapan air yang memadai. Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bantargadung dalam beberapa waktu terakhir.

“Diduga karena kebun karet di atas itu sudah gundul dan tidak ada resapan air yang maksimal. Memang ada dua penampungan air, tapi tidak berfungsi dan kondisinya kering. Sekarang musim hujan, kami khawatir air mengalir langsung ke pemukiman warga,” ungkapnya.

Pemerintah desa berharap pihak terkait segera membangun sistem resapan air untuk mencegah dampak yang lebih luas. Koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan instansi terkait guna memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan. (*)

Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi

The post Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi Meluas, Warga Satu RT Dievakuasi first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *