Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi bersama Dinas Pengendalian Penduduk KB P3A (Dalduk KBP3A) terus memperkuat sinergi dalam percepatan penanganan stunting. Kolaborasi ini difokuskan pada langkah pencegahan dari hulu agar penanganan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Dalduk KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, menjelaskan strategi saat ini menitikberatkan pada pencegahan berbasis data keluarga berisiko stunting (KRS). Intervensi dilakukan sejak dini, mulai dari edukasi calon pengantin, pendampingan ibu hamil, hingga penguatan pola asuh dan pemenuhan gizi anak. “Kami juga didukung ratusan Tim Pendamping Keluarga yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan intervensi berjalan efektif,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Selasa (7/4).
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti aplikasi ELSIMIL turut menjadi bagian dari strategi pencegahan, khususnya dalam mempersiapkan calon keluarga yang sehat dan berkualitas. Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menegaskan peran PKK sangat strategis dalam mengedukasi masyarakat hingga tingkat keluarga. “Fokus kita adalah memastikan tidak ada lagi anak yang lahir dalam kondisi berisiko stunting. Pencegahan harus dimulai dari sebelum menikah hingga masa tumbuh kembang anak,” tegasnya.
The post PKK Sukabumi: Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Pra-Nikah appeared first on Radar Sukabumi.













