INILAHSUKABUMI.COM – Seorang pria berinisial D (48), penjaga SDN 1 Sentral di Kampung Cikoneng, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung, Minggu (1/2/2026). Di lokasi kejadian, petugas menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang berisi curahan perasaan almarhum terkait persoalan di lingkungan kerjanya.
Dalam surat tersebut, almarhum menyatakan kekecewaan terhadap dua rekan kerja yang disebutkan namanya. Ia mengaku merasa diperlakukan tidak adil sejak keduanya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Almarhum juga membantah tudingan menjual tabung gas milik sekolah dan menegaskan bahwa barang yang dijual merupakan milik pribadi. Selain itu, ia menjelaskan bahwa galon yang disebutkan bukan milik sekolah, melainkan milik siswa terdahulu.
Almarhum juga menuliskan keluhan terkait kesulitan memperoleh perlengkapan kerja, seperti sapu, serta mengaku sering mendapat teguran. Dalam surat itu pula, ia meminta agar sejumlah barang, seperti buku, printer, infokus, dan laptop, dikembalikan ke sekolah dan tidak disimpan di rumah.
Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, mengatakan peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan.
“Sedang berjalan penyelidikan,” ujarnya singkat.
Diberitakansebelumnya, identitas almarhum diketahui sebagai warga Kampung Sukajaya RT 02/03, Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Pria Gandir di Warungkiara Sukabumi, Tinggalkan Surat dan Mengaku Sakit Hati first appeared on Inilah Sukabumi.



















