INILAHSUKABUMI.COM – Manajemen PTPN IV Kebun Cibungur, Parakansalak, memberikan penjelasan terkait mekanisme serta realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini menjadi sorotan sejumlah desa terdampak dari akitivitas perkebunan sawit, khususnya di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/1/2026).
Staf Administrasi Kantor PTPN IV Kebun Cibungur, Asep Kustiawan, menegaskan bahwa pelaksanaan CSR memiliki aturan dan mekanisme yang harus dilalui secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kantor regional.
“Sebetulnya CSR ini ada aturannya sendiri. Pengajuan berasal dari desa-desa, kemudian kami tampung dan ajukan ke penanggung jawab di tingkat distrik. Dari distrik, barulah diajukan ke kantor regional yang berada di Medan,” ujar Asep kepada inilahsukabumi.com.
Ia menjelaskan, besaran nominal CSR sepenuhnya ditentukan oleh kantor regional, bukan oleh pihak kebun atau kantor setempat. Penentuan tersebut bergantung pada alokasi yang diterima masing-masing distrik.
“Kami di sini tidak mengetahui secara pasti besarannya. Kantor regional yang menentukan, tergantung pembagian dari beberapa kebun. Misalnya satu distrik mendapatkan alokasi Rp300 juta, maka dana tersebut dibagi lagi ke beberapa kebun,” jelasnya.
Menurut Asep, satu kebun dapat mencakup beberapa kecamatan dan desa. Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi terdapat sedikitnya 24 desa yang berdampingan langsung dengan area perkebunan, sehingga penyaluran CSR dilakukan secara bertahap.
“Di tahun 2025 ini baru tahap awal penurunan anggaran CSR. Baru empat desa yang menerima, yaitu Desa Damaraja, Desa Bojongjengkol, Desa Parakansalak, dan Desa Gunung Endut,” ungkapnya.
Asep menambahkan, pada tahun 2026 PTPN IV Kebun Cibungur kembali mengajukan program CSR bagi desa-desa yang belum menerima bantuan, khususnya desa yang terdampak langsung oleh aktivitas perkebunan.
“Kalau misalnya ada enam desa terdampak yang belum dapat, itu tetap kami ajukan lagi di tahun 2026. CSR ini insyaallah akan terus berlanjut, apalagi jika perusahaan semakin maju dan memperoleh keuntungan,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat dan pemerintah desa untuk bersabar karena program CSR tidak berhenti dalam satu tahun anggaran saja.
“Mungkin desa-desa yang belum mendapatkan bisa bersabar. CSR ini setiap tahun berlanjut secara bertahap. Yang belum dapat tetap kami ajukan kembali, mudah-mudahan di tahun ini kebagian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Puluhan Desa Terdampak Sawit, CSR PTPN Baru Sentuh Empat Desa first appeared on Inilah Sukabumi.



















