Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Salat Tarawih, Lebih Utama Sendiri atau Berjamaah? Simak Penjelasannya

×

Salat Tarawih, Lebih Utama Sendiri atau Berjamaah? Simak Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait pelaksanaan salat Tarawih, apakah lebih utama dilakukan secara sendiri atau berjamaah, menjadi perhatian umat Islam setiap memasuki bulan Ramadhan. Foto: Firman Alawi/INILAHSUKABUMI.COM

INILAHSUKABUMI.COM – Perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait pelaksanaan salat Tarawih, apakah lebih utama dilakukan secara sendiri atau berjamaah, menjadi perhatian umat Islam setiap memasuki bulan Ramadhan. Para ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan yang didasarkan pada dalil hadis, praktik para sahabat, serta pertimbangan kemaslahatan umat.

Example 300x600

Mayoritas ulama, termasuk Imam al-Syafi’i, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad bin Hanbal, berpendapat bahwa salat Tarawih lebih utama dilaksanakan secara berjamaah. Pendapat ini juga didukung oleh jumhur ulama Syafi’iyyah dan sebagian pengikut Imam Malik.

Para ulama tersebut mendasarkan pendapatnya pada beberapa alasan. Pertama, mengikuti perintah dan kebijakan Umar bin Khattab yang mengumpulkan kaum muslimin untuk melaksanakan salat Tarawih secara berjamaah. Kedua, pelaksanaan berjamaah merupakan amalan yang telah dilakukan oleh para sahabat Nabi. Ketiga, praktik tersebut telah menjadi tradisi umat Islam di berbagai wilayah, baik di Timur maupun Barat. Keempat, salat Tarawih berjamaah dinilai sebagai bagian dari syiar Islam, sebagaimana salat Idul Fitri dan Idul Adha.

Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih Malam Pertama, Menurut Kitab Durratun Nashihin

Bahkan, ulama besar Imam at-Thahawi berpendapat bahwa pelaksanaan salat Tarawih berjamaah memiliki kedudukan yang sangat penting hingga mendekati hukum wajib kifayah, karena berperan dalam menjaga syiar Islam di tengah masyarakat.

Namun demikian, sebagian ulama lain memiliki pandangan berbeda. Ulama seperti Imam Abu Yusuf dan sebagian kecil pengikut mazhab Maliki dan Syafi’i berpendapat bahwa salat Tarawih lebih utama dilakukan secara sendiri di rumah. Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari sahabat Zaid bin Tsabit.

Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa salat yang paling utama adalah salat yang dikerjakan di rumah, kecuali salat wajib. Hadis ini menjadi dasar bahwa ibadah sunnah, termasuk Tarawih, memiliki keutamaan tersendiri jika dilaksanakan secara pribadi dengan kekhusyukan yang lebih mendalam.

Menurut riwayat, ketika ditanya mengenai pelaksanaan qiyamul lail di bulan Ramadhan, Imam Malik menyatakan bahwa salat sunnah yang dilakukan sendiri di rumah lebih ia sukai, karena dapat dilakukan dengan lebih lama dan khusyuk. Namun, ia juga mengakui bahwa sebagian besar umat Islam merasa lebih mudah dan termotivasi untuk melaksanakan salat Tarawih secara berjamaah di masjid.

Perbedaan pendapat ini menunjukkan keluasan ajaran Islam dan memberikan kemudahan bagi umat. Salat Tarawih, baik dilakukan secara berjamaah maupun sendiri, tetap memiliki keutamaan dan pahala yang besar. Umat Islam dapat memilih pelaksanaan yang paling sesuai dengan kondisi, kemampuan, serta tingkat kekhusyukan masing-masing, tanpa mengurangi nilai ibadah yang dijalankan. (*)

Redaktur: Rendi Rustandi

The post Salat Tarawih, Lebih Utama Sendiri atau Berjamaah? Simak Penjelasannya first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *