
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa sejumlah santriwati di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan memicu reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kasus ini dinilai mencoreng visi besar daerah yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Selain menyerahkan proses hukum kepada kepolisian, Pemkab kini fokus pada langkah preventif agar tragedi serupa tidak terulang di lingkungan pendidikan berbasis agama.
Menurut Ade, salah satu kunci pencegahan adalah memperkuat komunikasi dengan para alim ulama. Para pemilik dan pengasuh pesantren diminta saling mengingatkan serta meningkatkan kewaspadaan internal.
“Kita mengharapkan kejadian ini jangan terulang kembali di Kabupaten Sukabumi. Karena itu, kami meminta para alim ulama untuk saling mengingatkan dan lebih berhati-hati,” ujarnya di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Selasa (31/3).
Ade mengakui kasus ini menjadi pukulan telak bagi daerah. “Jelas ini membawa nama jelek bagi Kabupaten Sukabumi. Visi kita mubarakah, tapi tercoreng oleh hal-hal seperti ini,” imbuhnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab telah menginstruksikan dinas terkait untuk turun tangan secara lintas sektoral. Fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan pemulihan yang layak serta mempercepat sistem pelaporan.
“Kami sudah menugaskan dinas masing-masing untuk melakukan pengawasan. Jika ada hal mencurigakan, laporannya harus cepat masuk agar segera ditangani,” tegasnya.
Selain pengawasan, Pemkab juga menjamin penanganan pascatrauma bagi para santriwati. Tim psikolog dari dinas terkait telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikis.
“Ini penting agar masa depan mereka tetap terjaga meski harus melewati masa sulit,” pungkas Ade.(den/d)
The post Sekda: Visi Mubarokah Sukabumi Dinodai Oknum Ponpes Cicantayan appeared first on Radar Sukabumi.



















