Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Titik Longsor Ancam Akses Warga, DPU Sukabumi Siapkan Penanganan Bertahap

×

Titik Longsor Ancam Akses Warga, DPU Sukabumi Siapkan Penanganan Bertahap

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menjelaskan titik rawan longsor berada di perbatasan Parungkuda dan Bojonggenteng, tepatnya di ruas Babakanjaya–Bojonglongok. Foto: Dok. PU Kabupaten Sukabumi

INILAHSUKABUMI.COM – Selain fokus pada perbaikan jalan rusak, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi juga menyoroti sejumlah titik longsor yang berpotensi mengganggu aksesibilitas masyarakat. Titik longsor tersebut tersebar di beberapa wilayah dan dinilai membutuhkan penanganan segera.

Example 300x600

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menjelaskan titik rawan longsor berada di perbatasan Parungkuda dan Bojonggenteng, tepatnya di ruas Babakanjaya-Bojonglongok. Selain itu, longsor juga terjadi di wilayah Sukatani dan Cipamatutan.

“Sukatani bagian kanan yang masuk wilayah Bojonggenteng, serta di Cianten, Kecamatan Kabandungan, sebelah kanan,” ujar Asep.

Ia juga menyebutkan adanya longsoran di jalur alternatif Tenjo Ayu-Purwasari pada STA 1+100. Longsoran tersebut diduga dipicu getaran saat pekerjaan sebelumnya dilakukan.

Menurut Asep, sebagian ruas jalan yang terdampak longsor telah masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2026. Sementara titik lainnya akan diperjuangkan untuk masuk dalam perencanaan tahun 2027 melalui koordinasi lintas instansi.

“Sebagian ruas jalan insyaallah masuk rencana pembangunan tahun 2026. Untuk yang belum tertangani, kami perjuangkan agar bisa direalisasikan pada 2027,” katanya.

Terkait metode perbaikan, Asep menegaskan penanganan akan disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan. Jika sistem drainase dinilai buruk, maka akan dilakukan betonisasi. Namun, apabila drainase masih memungkinkan, perbaikan dilakukan melalui pengaspalan.

“Jika drainasenya jelek, kami upayakan betonisasi. Jika memungkinkan, dilakukan pengaspalan,” jelasnya.

Untuk penanganan longsoran, salah satu titik telah memiliki Detail Engineering Design (DED) sehingga pelaksanaannya akan mengacu pada rekomendasi konsultan perencana. Sementara titik lainnya masih menunggu kajian teknis lanjutan sebelum dapat direalisasikan.

Selain penanganan jalan dan longsor, UPTD PU Wilayah III Cicurug juga mengusulkan pembangunan dua jembatan kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, yakni Jembatan Kompa dan Jembatan Cipamatutan. Kedua jembatan tersebut telah memiliki DED, namun pelaksanaannya masih menunggu kepastian anggaran.

“Jembatan Kompa dan Jembatan Cipamatutan sudah memiliki DED. Kami berharap dapat direalisasikan tahun ini atau tahun berikutnya apabila anggarannya tersedia,” pungkasnya. (*)

Redaktur: Rendi Rustandi

The post Titik Longsor Ancam Akses Warga, DPU Sukabumi Siapkan Penanganan Bertahap first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *